Mengapa KUMKM Harus Masuk Ranah Digital?

smescodigipreneur-series-mengapa-kumkm-harus-masuk-ranah-digital-heydeerahma

HeyDeeRahma.com – Mengapa KUMKM Harus Masuk Ranah Digital | Hampir seluruh aktifitas dalam kehidupan manusia urban, tertutama di kota-kota besar Indonesia semuanya sudah berbasis digital, sebut saja transportasi online, belanja online, belajar online, nonton tv online, dengerin musik online, serta berbagai macam aktifitas lain yang rata-rata sudah disentuh dengan teknologi internet. Menurut data yang saya dapatkan dari sebuah artikel di TechInAsia, terdapat 308,2 juta pengguna ponsel yang ada di Indonesia dengan penggunaan internet melalui smartphone sebesar 72.7 juta users.

Menurutku hal ini cukup mencengangkan karena melihat data jumlah populasi masyarakat Indonesia sebesar 255.5 juta lebih kecil dari jumlah kepemilikan ponsel masyarakat Indonesia yang ternyata lebih besar dari jumlah total populasi penduduk Indonesia. Well, habit masyarakat Indonesia memang cukup unik. Secara personal, mereka senang menggunakan ponsel lebih dari satu. Satu untuk urusan pribadi, satu untuk urusan bisnis, satu untuk urusan perselingkuhan #eh.

Dengan jumlah data seperti itu, maka Indonesia dinobatkan sebagai negara terbesar ke-8 di dunia yang paling banyak menggunakan ponsel untuk menunjang kehidupan sehari-hari yang 80% diantaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun. Ponsel kini bagaikan kebutuhan pokok yang tak terpisahkan. Indonesia juga menyandang urutan ke-4 di dunia dalam urusan kepemilikan akun media sosial Facebook. Bahkan, ada sebuah selentingan dari obrolan anak muda di sebuah sudut café Jakarta: “Lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan smartphone!”

Ya, Indonesia sedang masuk ke dalam sebuah momentum percepatan revolusi digital. Semuanya jadi terasa sangat cepat, informasi masuk berdesakan setiap harinya, model bisnis pun banyak yang kena dampak inovasi disruptif dari adanya kemunculan teknologi digital. Siapa yang tak siap dengan perubahan ini, akan dilindas habis! Momentum ini ditandai dengan semakin banyaknya user ponsel pintar yang memanfaatkan ponselnya untuk melakukan browsing maupun aktif di media sosial untuk eksistensi diri maupun kegiatan ekonomi. Di sisi lain, secara tidak langsung aktifitas tersebut ternyata menghasilkan kumpulan data yang dimanfaatkan para pelaku bisnis memahami behavior pelanggan. Peningkatan aktifitas penggunaan internet di ponsel pintar juga memunculkan pekerjaan-pekerjaan baru seperti blogger, buzzer, influencer, youtuber yang lagi-lagi memanfaatkan momentum revolusi digital ini. Embrace the revolution, baby!

Ranah Digital dan KUMKM

Saya mau sharing pengalaman saya yang beberapa kali dapat kesempatan bertemu teman-teman yang juga pelaku bisnis KUMKM (Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Mereka mengaku bahwa kekuatan pemasaran secara online sangatlah powerful. Bisnis bisa saving banyak uang dibandingkan harus sewa tempat alias buka toko sendiri. Biaya sewa yang mahal dan jangkauan pemasaran yang terbatas menjadi pertimbangan mereka untuk mulai fokus ke strategi pemasaran online yang menurut dari berbagai narasumber dekat saya, lebih efisien uang, sdm, hingga jangkauan pemasaran.

smescodigipreneur-celana-sarung-murah-merek-tajmaul

Tajudin Maulana, owner Celana Sarung Tajmaul memperagakan model celana sarung yang dikreasikannya.

Pemerintah RI melalui Kementerian Koperasi dan UKM pun mulai sibuk membuat sosialisasi dan program yang berhubungan dengan ranah ekonomi digital dan pemanfaatan e-commerce sebagai penunjang bisnis. Mereka mulai sadar untuk berkomitmen dalam memfasilitasi KUMKM meningkatkan pengetahuan bisnis, akses pasar, serta distribusi produk KUMKM untuk tujuan domestik dan internasional, termasuk di dalamnya pemanfaatan teknologi digital untuk tujuan pengembangan dan pemasaran bisnis.

Kunjungan saya ke SMESCO tanggal 18 Juni lalu ke acara bertajuk One Day, One Goal for UKM Go Global, menguatkan pemahaman saya atas urgensi para pelaku KUMKM untuk masuk ke ranah digital sekaligus mengamati program pemerintah yang kian mendukung revolusi digital bagi para pelaku usaha. Seharian, saya diberikan banyak wawasan tentang dunia KUMKM. Komprehensif mulai dari cerita Tajudin Maulana (seorang pengusaha lokal pemilik Celana Sarung Inovatif Tajmaul) yang telah dibantu SMESCO melakukan pemasaran domestik hingga produknya diterima oleh pasar internasional, sharing dari Ahmad Rafiq (pemilik Alls Scarf), pelaku KUMKM yang telah memanfaatkan e-commerce dan sosial media sebagai strategi pemasaran mereka, hingga mengetahui pandangan dari para pakar digital dan pelaku e-commerce tentang tren terkini dunia digital.

smescodigipreneur-alls scarf-hijab

Ahmad Rafik, owner Hijab Alls Scarf memberikan tips memulai bisnis dan cara memanfaatkan internet sebagai saluran pemasaran.

smescodigipreneur-tips-jualan-di-twitter

Wajah ceria pemenang kompetisi livetweet. Look my happy expression!

pesan-lazy-laces-shoelaces-di-smescodigipreneur

Inovasi tali sepatu praktis diciptakan Lazy Lace dan hijab berkualitas menjadi komitmen Hijab Alls Scarf untuk memberikan kepuasan pada konsumennya.

Ada berbagai wawasan menarik yang bisa saya simpulkan dari sesi panel diskusi bersama dengan para pakar digital yang diisi oleh Andi Silalahi (Bdigital), Jose Ricardo Santos (Co-Founder Bdigital), Nathan Roestandy (Zulu-Produsen Helm Stylish), Rubi Limpoyie (Apana.id & Lazy Lace), serta Bagus Rachman (Direktur Bisnis dan Komersial Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUMKM SMESCO), diantaranya:

  • Menurut Andi Silalahi dari Bdigital, Indonesia masih memerlukan banyak pelaku usaha yang melakukan ekspor barang ke luar negeri, karena total ekspor Indonesia masih berada di angka 16% dibandingkan ekspor China yang begitu besar ke Indonesia.
  • UMKM telah menyumbang sekitar 58% GDP yang didalamnya termasuk 10% pelaku usaha yang sudah memanfaatkan teknologi digital sebagai senjata pemasaran mereka. Apabila menggunakan website dirasa sulit dan mahal, pelaku KUMKM dapat memanfaatkan product listing di marketplace populer seperti Tokopedia, Blibli, Bukalapak, OLX, Lazada, dan sebagainya agar mempermudah pemasaran
  • Nathan dari Zulu memaparkan Zulu adalah sebuah project untuk menciptakan sebuah produk helm berkualitas dan stylish yang awalnya menggunakan Instagram sebagai platform untuk melakukan riset dan tes harga, desain, hingga produk.
  • Setiap pelaku usaha wajib memiliki website sebagai “rumah” dari produk yang dijual. Karena dengan mempunyai website dan memanfaatkan pemasaran secara digital, peluang KUMKM untuk dikenal pasar mancanegara semakin terbuka luas.
  • Penggunaan media sosial sangat efektif untuk memperluas pemasaran dan riset pasar. Namun, agar interaksi dengan pelanggan menjadi lebih efisien, bantuan website berbasis e-commerce sangatlah membantu pengelola bisnis untuk memperpendek siklus penjualan dan memaksimalkan proses transaksi via online.
  • Agar website bisnis dapat segera terindeks di Google sehingga mudah dicari orang, tulislah konten berkualitas di website. Selain itu, Bapak Bagus Rachman juga mendorong para netizen dan pelaku industri kreatif untuk berkolaborasi dan nongkrong bareng di coworking space SMESCO untuk memajukan KUMKM bersama-sama. Atau bergabung di Smescotrade, sebuah portal ciptaan SMESCO yang digunakan sebagai jalur pemasaran online pelaku KUMKM Indonesia.

So, kesimpulan umum yang saya dapat adalah: segera masuk ke ranah digital atau die!

PS: For details acara sharing session ini, kamu juga bisa cek hashtag #smescodigipreneurday di linimasa https://twitter.com/HEYDEERAHMA. Jangan lupa follow dulu ya!

Pawoon, Aplikasi Manajemen Keuangan Bisnis Berbasis Cloud 

smescodigipreneur-pawoon-solusi-program-kasir-restoran

Pawoon memudahkan KUMKM mengelola keuangan bisnis.

Selesai dari sesi panel diskusi, seminar kembali berlanjut ke sesi terakhir bersama Pawoon, sebuah aplikasi kasir berbasis cloud untuk pelaku KUMKM yang hadir sejak tahun 2014. Canggihnya, aplikasi ini diciptakan untuk sekaligus membantu mengelola manajemen keuangan, stok barang, hingga relasi dengan konsumen—atau bahasa kerennya Customer Relationship Management (CRM)—supaya lebih efisien. Dengan menggunakan sistem cloud, semua data dapat dipantau secara real time sehingga pemilik bisnis dapat menganalisa dengan cepat kondisi keuangan serta hasil penjualannya.

Sebagai jebolan dari program inkubator bisnis IDEA Box yang diadakan Indosat, Pawoon telah mengembangkan berbagai inovasi, diantaranya kerjasama dengan Zahir (sebuah aplikasi akuntansi lokal terpercaya) yang membuat Pawoon menjadi sebuah aplikasi kasir lengkap yang menghasilkan laporan keuangan otomatis untuk memudahkan pemilik bisnis mengajukan kredit usaha ke bank (karena adanya lapkeu yang tersusun rapi adalah syarat kredit di bank, gaes!). Nggak berhenti disini aja, Pawoon juga udah kerjasama dengan Bank Mandiri supaya pengguna aplikasi Pawoon bisa dengan mudah mendapatkan bantuan modal untuk memajukan usahanya. How cool is that, gaes?

Menargetkan untuk mendapatkan 10 ribu pengguna di akhir tahun 2016, Pawoon kini sedang berfokus melayani usaha skala menengah di berbagai bidang, diantaranya ritel, franchise, fnb, dan fashion. Oya, don’t worry soal keamanan sistem Pawoon karena Pawoon menggunakan sistem https yang aman melindungi data-data keuangan usaha yang berkaitan dengan rahasia perusahaan.

Coaching Class Pembuatan Video Profesional Untuk Promosi Produk KUMKM

smescodigipreneurday-belajar-edit-video-untuk-pemula

Kelas video coaching ini menarik minat masyarakat umum yang ingin belajar membuat video.

SMESCO yang saya datangi beberapa tahun lalu dibandingkan tahun 2016 ini sangatlah berbeda. Terasa lebih hidup. Fasilitasnya semakin lengkap mulai dari hall untuk fashion show, seminar, workshop, hingga fasilitas Makerspace dan Coworking Space. Banyak program menarik agar KUMKM tetap produktif mengembangkan usahanya. Kolaborasi dengan para netizen dengan hashtag #SMESCODigipreneurDay dan #UKMSMESCOGoGlobal semakin digalakkan dalam rangka mengenalkan kegiatan-kegiatan tersebut ke masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan hari ini benar-benar produktif, selain mendapatkan materi dari para pelaku KUMKM dan pakar digital, ada juga pelatihan bagi masyarakat umum yang ingin belajar membuat video yang informatif dan menarik untuk keperluan promosi bisnisnya. Saya sendiri tertarik dengan kelas ini karena ingin mengetahui teori dasar pembuatan video secara umum. Ya, siapa tahu kedepannya kepikiran mau bikin video juga seperti vlogger yang udah lama wara-wiri di channel Youtube. Hehehehe.

Namun, tujuan utama SMESCO mengadakan kelas pembuatan video ini adalah untuk mempromosikan rangkaian kegiatan SMESCO di kanal media sosial, selain untuk promosi produk-produk UKMSmesco yang merupakan kreasi dari pengusaha binaan SMESCO. Menurut Pak Ahmad Zabadi (Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah/LLP-UKM), “Video marketing dinilai banyak kalangan pebisnis paling pas untuk menarik perhatian masyarakat. Apalagi penyebarannya melalui media sosial dan Youtube. Disiniah SMESCO berperan menjadi jembatan bagi akselerasi UKM yang memiliki produk berkualitas di SMESCO untuk tampil lebih maksimal.”

Setelah selesai pembahasan teori pembuatan video, para peserta kemudian langsung praktek mengambil footage berupa produk yang telah melewati proses kurasi untuk di-display di Galeri Indonesia WOW di SMESCO. So, what are you doing to make your weekend more productive, gaes? 

Love,

signforblogFacebook | Twitter | Instagram | Migme 

Dee Rahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

2 Comments

  1. Betul mba, sudah saatnya semua beralih ke ranah digital. Alhamdulillah mba, bisa ikutan acara yang nambah ilmu begini :)

  2. Untuk era sekarang pelaku usaha kecil harus bisa masuk dunia digital. disini selain biaya promosi murah kesempatan untuk bertemu sesama bisnis yang selevel lebih besar. maka kita bisa saling belajar :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *