Wisata Edukasi: Mengintip Proses Pengolahan Hasil Tambang

tailing-di-industri-tambang

Hello, folks! Back again with me, Dee!

Kalau kemarin saya sudah mampir ke open pit alias lokasi cekungan tambang NNT di Batu Hijau (Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa, NTB), sekarang saya mau cerita proses gimana batuan berharga tersebut diolah menjadi sebuah konstentrat. Ya, setelah mengunjungi lokasi tambang NNT secara langsung, saya juga baru tahu, NNT memang hanya memproses batuan berharga hingga menjadi konsentrat saja, tidak sampai proses smelter. Lokasi tambang Batu Hijau di NNT juga ternyata bukanlah penghasil utama emas, karena nyatanya mayoritas yang dihasilkan batuan ini adalah tembaga.

Namun, pertama-tama saya mau sharing pengalaman saya menyusuri Mining Process Plant NNT. Setelah batuan berharga diambil dari open pit, batuan dipisahkan sesuai kualitasnya, apakah low grade atau high grade. Apabila high grade, batuan akan langsung masuk ke dalam proses pengolahan batuan menjadi konsentrat di Mining Processing Plant. Sedangkan, batuan low grade akan menjadi waste rock yang menumpuk. Tumpukan batuan yang tidak ekonomis ini nantinya akan diproses menjadi sebuah bukit baru yang nanti akan diolah lagi dengan cara proses reklamasi.

pabrik-pengolahan-tambang-newmont

Pabrik pengolahan hasil tambang Newmont.

proses-penghancuran-batuan-berharga-hasil-tambang-newmont

Proses penghalusan batuan berharga dari hasil tambang Newmont.

pemantauan-proses-pengolahan-dan-floating-mineral-berharga-newmont

Proses pengolahan mineral berharga dipantau selama 24 jam.

Balik lagi ke pembahasan soal proses pengolahan batuan di NNT. Setiap batuan ini akan masuk ke dalam proses pengolahan batuan berharga menjadi konsentrat dengan bantuan proses fisika di pabrik agar partikel karbon dan partikel mineral utama (tembaga/emas/perak) bisa terpisah sehingga bisa dijadikan konsentrat. Namun sebelum diolah ke dalam proses fisika tersebut, batuan digiling terlebih dahulu melalui 2 proses, yang pertama melalui SAG mills, dan proses penggilingan kedua melalui Ball mills dimana dalam proses penggilingan kedua ini, batuan yang belum terlalu halus, digiling ulang hingga menjadi sangat halus.

gelembung-proses-floating-newmont

Gelembung-gelembung yang muncul saat proses floating memisahkan antara mineral berharga dan tailing.

Selesai digiling, batuan yang sudah halus akan memasuki proses flotasi menggunakan air laut agar kandungan antara material yang bernilai dan tidak bernilai bisa terpisah. Sederhananya, dalam proses ini, kandungan yang bernilai akan naik ke atas dan mengambang, sementara kandungan yang tidak ada nilainya mengendap di bawah menjadi tailing. Nah, tailing inilah yang seringkali menimbulkan kontroversi, karena masyarakat awam menganggap bahwa tailing ini berbahaya dan mengandung bahan kimia. Padahal kenyataannya, pada saat saya melihat langsung seperti apa itu tailing, ternyata cuma mirip seperti pasir yang diberi air tawar biasa… Sama sekali tidak berbahaya, dan beberapa teman Bootcampers juga sempat memegang tailing tersebut. Oya, selain tailing, hasil akhir dari proses flotasi tersebut adalah konsentrat yang nantinya akan disimpan ke sebuah gudang khusus sebelum dikapalkan ke smelter. Mengikuti harga tahun 2016, setiap ton konsentrat dijual senilai 2.000 USD.

bentuk-konsentrat-newmont-nusa-tenggara

Konsentrat yang dihasilkan oleh NNT.

gudang-konsentrat-newmont-nusa-tenggara

Kami diajak mampir ke gudang konsentrat NNT dengan tumpukan 53.000 ton konsentrat!

Tailing ini nantinya akan ditempatkan di bawah permukaan laut, tepatnya di Teluk Senunu. Pemilihan tempat ini bukannya tanpa pertimbangan matang. Ada pertimbangan khusus yang memperhatikan kondisi di Sumbawa yang seringkali terkena gempa. Dikhawatirkan apabila tetap menggunakan sebuah tempat penampungan tailing di darat, maka ada kemungkinan penampung tersebut rawan retak karena gempa. NNT juga sudah mengantongi izin Pemerintah RI yang telah menyetujui penempatan tailing di palung laut Teluk Senunu. Kalau kamu masih penasaran soal tailing, kamu bisa baca referensi dari salah satu Bootcampers, Mas Hendra Wardhana disini.

tailing-dari-proses-pengolahan-tambang-newmont-nusa-tenggara

Tailing dari proses pengolahan tambang Newmont Nusa Tenggara.

Oya, tailing ini disalurkan ke palung laut di Teluk Senunu melalui sebuah selang pipa sepanjang 3,200 meter ke laut lepas dengan kedalaman hingga -125 meter ke bawah permukaan laut. Karena massa jenis tailing lebih berat 2 kali dari air laut, maka tailing ini cepat mengendap di permukaan laut. Tidak murah memang biaya memasang pipa-pipa bawah laut ini. Dalam sehari saja, Newmont bisa menghabiskan dana hingga 1 Miliar. Untuk menjaga lingkungan sekitar tambang, Newmont juga menggunakan titik pembanding bagi zona yang terkena tailing dan zona yang tidak terkena tailing untuk dilaporkan kepada Pemerintah RI secara rutin dan memantau kualitas air di sekitar lokasi penempatan tailing.

***

Proses pengolahan batuan berharga sudah terlewati. Lantas, bagaimana penanganan dan tanggungjawab NNT terhadap lingkungan? Kami pun diajak berkeliling ke titik-titik lokasi reklamasi yang sudah berjalan.

Lahan reklamasi PT. NNT yang sudah menghijau kembali.

Sebelum sebuah lahan dibuka untuk menjadi lokasi penambangan, tanah dan pepohonan yang ada di wilayah tersebut  akan disimpan NNT, untuk kemudian dilaporkan inventorinya kepada Pemerintah RI. Tanah dan pepohonan yang disimpan akan digunakan untuk kebutuhan reklamasi lahan tambang di masa yang akan datang. NNT juga memiliki pusat pembibitan benih untuk mengembangkan tanaman-tanaman unggul yang nanti akan dipakai sebagai benih yang disebar di area lahan reklamasi.

lahan-nursery-newmont

Lahan nursery atau pembibitan PT. NNT.

Proses reklamasi sendiri dimulai dari menutup batuan yang tidak terpakai dari open pit dengan tanah yang dipadatkan secara bertahap. Setelah itu, tanah akan ditutupi dengan coconet atau jaring dari sabut kelapa, serta ditanami padi agar tidak terjadi erosi. Butuh sekitar 5-10 tahun untuk membuat lahan reklamasi kembali menjadi hijau, dengan dana sekitar 1.5 Milyar per Hektar dari penyiapan lahan hingga vegetasi.

***

dam-santong-milik-pt-nnt

Dam yang disebut Santong ini menampung air asam bekas tambang.

Tak hanya proses reklamasi saja yang diperhatikan, semua aliran air yang digunakan selama proses reklamasi dan tambang pun dipantau kondisinya oleh NNT. Di sebuah area yang disebut sebagai Divisi Reklamasi Tongoloka, aliran air di sekeliling lokasi lahan reklamasi, dipantau kualitasnya. Apabila kandungan air memiliki kualitas di bawah standar mutu, maka air dimanfaatkan untuk pengelolaan batuan berharga di pabrik. Namun, apabila kualitas air dan kadar pH-nya sudah sesuai standar baku, maka air bisa dialirkan langsung ke sungai.

Baca juga: Menanam Karang Berbuah Ikan

Perjalanan belum berhenti, kami harus melanjutkan perjalanan untuk melihat tempat penampungan air asam bekas kegiatan penambangan di Santong 1 hingga Santong 3. Ya, ada 3 penampungan bernama Santong disini. Air yang ditampung ke Santong, bisa dimanfaatkan untuk menjadi material penunjang dalam proses pengolahan hasil tambang. NNT juga memastikan air asam ini tidak bercampur dengan air bersih dari hutan, serta melakukan pengambilan sampel dan penelitian secara reguler untuk memastikan kualitas air.

laboratorium-untuk-memantau-kualitas-air

Laboratorium untuk memantau kualitas air.

Dengan manajemen lingkungan yang mumpuni seperti ini, nggak heran NNT bisa mendapatkan predikat proper biru dan hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari tahun 2002 hingga sekarang. Predikat ini dibuat Pemerintah RI sebagai program penilaian peringkat kinerja perusahaan. Bila sudah mencapai predikat birumaka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut sudah melampau standar umum yang ditetapkan pemerintah.

Simulasi kebakaran oleh tim pemadam kebaran dan penanggulangan bencana PT. NNT.

Berpose dengan Fire & Emergency Services Team PT. NNT.

Sejak awal menjejakkan kaki di NNT, keselamatan dan keamanan selama bekerja memang menjadi moto utama Newmont. Tak terkecuali saat petugas penanggulangan kebakaran dan bencana bertugas. Di Newmont, petugas inilah yang membantu pemadaman api, serta membantu pemerintah setempat apabila di daerah sekitar lingkar tambang terjadi bencana. Selalu standby 24 jam, para petugas ini direkrut dari masyarakat lokal, yang kemudian dilatih sehingga mahir mengentaskan bencana dalam waktu yang singkat, sesuai dengan moto “Proud To Response Quickly & Safely”. Bahkan, saat simulasi kebakaran yang kami saksikan langsung, mewajibkan petugas tersebut untuk menggunakan perlengkapan safety gear maksimal 1 menit. Penghargaan juara 1 kompetisi tim penanggulangan kebakaran adalah bukti mereka adalah pahlawan yang tidak diragukan lagi kemampuannya dalam menangani bencana.

And the last one.. Kalau kamu pernah dengar gosip kalau Newmont lebih banyak menyerap tenaga kerja asing alias bule dibandingkan pekerja lokal. Jangan percaya. Hehehe. Saya sendiri cuma ketemu bule sewaktu main ke Basai Ate (cafe yang ada di kompleks PT. NNT), itupun juga sedikit banget. Berani buktiin sendiri? Ikut aja yuk NewmontBootcamp Batch 6!

***

PS: Banyak banget hal yang bisa dipelajari dari wisata edukasi kali ini. Namun, masih ada cerita seru lainnya yang ingin saya bagikan ke temen-temen semua. Stay tune, yaa?!

Love,

signforblog

Facebook | Twitter | Instagram | Migme

Share this to your friends:

Dee Rahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *