Travelling Lancar, Ini Solusi Agar Maag Tak Kambuh

HeyDeeRahma.com – Travelling Lancar, Ini Solusi Agar Maag Tak Kambuh | Siapa sih yang nggak suka travelling? Bisa menikmati suasana baru, pengalaman baru, sekaligus icip-icip kuliner khas daerah yang sedang dikunjungi. Yap, memang travelling tidak bisa dipisahkan dengan agenda kulineran. Apalagi yang favorit dari makanan indonesia menurutku adalah rasanya yang tasty, beragam, dan kaya bumbu. Sungguh menggoda selera! Bahkan ketika aku stay di tokyo selama hampir satu bulan, aku sampe ngidam pengen masakan padang yang tasty, soalnya disana susah banget cari makanan yang pedes-pedes gitu. Kan aku rindu makan pedas. Hiks hiks.

Sementara itu, menurut riset yang aku temukan saat membaca Kompas Travel, 80% anak muda milenial senang bertualang lebih jauh menghabiskan waktu menikmati keindahan alam Indonesia. Jadi, memang terjadi perubahan perilaku anak muda milenial Indonesia yang kini lebih cenderung suka travelling sebagai cara untuk refreshing dan mencari pengalaman baru. Yes, jujur aja ya travelling tuh emang candu banget sih! Sekali melakukan perjalanan jauh, rasanya pengen ngulang lagi! Iya apa iya, gaes?

Namanya travelling juga perlu persiapan yang cukup, mulai dari hal teknis seperti tiket, itinenary, sampai obat-obatan pribadi buat dibawa selama nge-trip! Yes, hal ini memang kesannya sepele banget, tapi siapa yang tahu pas travelling amit-amit banget bisa sakit apa gitu. Makanya, berkaca dari pengalaman pribadi, biasanya aku kalo travelling tuh pasti bawa vitamin c, madu, obat alergi, dan obat maag. Yap, obat maag, soalnya kadang asam lambungku suka naik gitu kalo makan pedes-pedes atau terlalu asam. Apalagi kalo travelling mana bisa menghindar dari wisata kuliner di tiap kota ya khaaan. Makanya, kudu wajib bawa. Kan nggak enak kalo lagi asyik wisata kulineran malah sakit huhuhu. Mau enjoy liburan malah gak bisa :'(

Well supaya lebih preventif dalam mempersiapkan perjalanan kamu selanjutnya, nih aku share ya beberapa penyebab kenapa asam lambung bisa naik selama nge-trip. Tujuannya supaya nanti kamu bisa lebih prepare ataupun preventif kalo maag kamu kambuh dalam perjalanan. Mudah mudahan informasi ini bermanfaat ya buat kamu yang punya maag biar travellingnya lebih nyaman ya, gaes!

Kenapa Sih Bisa Muncul Maag?

Maag disebabkan karena radang lambung yang bisa dialami oleh siapa saja bahkan waktu travelling. Disebut juga sebagai dispepsia, gejala yang ditimbulkan maag biasanya berupa rasa sakit pada lambung serta ulu hati, perut kembung, mual, muntah, atau tak berhenti bersendawa. Maag biasanya dapat muncul karena beberapa faktor, diantaranya:

Pola makan yang tidak teratur. Sewaktu saya travelling ke Nusa Penida, susah sekali menemukan warung makan di pinggir jalan. Otomatis aku harus membawa cemilan di ransel sebagai penolong kalo tiba-tiba kelaparan di tengah perjalanan. Karena sebenernya telat makan dan membiarkan perut kosong itu gak bagus karena beresiko bikin asam lambung naik.

Infeksi bakteri yang masuk ke lambung. Penyakit maag juga dikenal juga sebagai naiknya asam lambung atau gastro-esophageal reflux yang bisa disebabkan juga oleh bakteri dari makanan atau minuman yang kurang bersih. Jadi, walaupun kulineran itu asyik, perhatikan juga ya kebersihan makanannya pas wisata kuliner ya, gaes!

Terlalu banyak mengkonsumsi kafein. Nah ini pengalaman aku banget nih. Aku nggak ada pantangan icip-icip kopi, tapi apa daya ternyata perutku ini nggak kuat buat minum kopi terlalu banyak karena cenderung malah bikin asam lambungku naik. Kalo sudah begini, akibatnya aku harus istirahat 1-2 hari biar pulih lagi. Hiks. 

Berada dalam kondisi stres. Saat travelling terkadang ada beberapa hal yang diluar rencana dan malah bikin stress. Nah, ternyata stress juga bisa naikin asam lambung terus jadi maag, gaes.

Kurang tidur. Usahakan juga buat istirahat teratur dan tidur cukup ya gaes supaya nggak memperparah kondisi yang bisa memicu maag kamu kambuh.

Konsumsi makanan pedas berlebihan. Aku pernah lihat seorang cewek yang makan bakso terus nambah sambelnya banyak banget. Padahal, konsumsi makanan yang terlalu pedas bisa memicu naiknya asam lambung dan menyebabkan nyeri pada lambung loh, gaes. Jadi, sewajarnya aja ya, daripada malah sakit perut terus maag kambuh.

Sooo, agar perjalanan lebih nyaman, pastikan aja kita bisa makan lebih teratur, minimal bawa cemilan deh biar perut nggak kosong banget gitu. Terus kenali juga kondisi badan kamu sendiri, kalo emang nggak kuat makan pedes atau kebanyakan minum kopi, mending ditakar sendiri deh kemampuannya, dijaga supaya maag-nya nggak kambuh lagi.. Cuman yaa bisa dimaklumi sih emang kalo namanya travelling kan kadang terlalu excited ya buat nyoba kuliner ini itu. Jadi, kalo udah terlanjur kena maag, coba deh nyetok obat maag seperti Maggo dalam perjalanan kamu.

Bagaimana Bila Maag Terlanjur Muncul Saat Travelling?

Did you know gaes, asam lambung sebenarnya memiliki fungsi yang krusial dalam proses pencernaan makanan sehingga makanan yang dikonsumsi menjadi mudah dicerna atau dilumatkan didalam lambung. Makanan yang dicerna tadi, kemudian akan berubah menjadi cair dan nurisi yang ada pada makanan tersebut akan disalurkan dan diserap oleh tubuh.

Bila tubuh kamu kekurangan asam lambung, maka kamu akan mudah terserang penyakit dari bakteri yang masuk ke tubuh kamu lewat makanan atau minuman yang kamu konsumsi selama travelling. Sementara itu, jika asam lambung meningkat, kamu akan merasakan nyeri yang hebat di area sekitar perut. Percaya deh sama aku, nggak enak banget kalo udah begini. Bawaannya cuma pengen rebahan terus bobo. Huhuhu. Sedih khaan rencana liburan yang udah dirancang jauh-jauh hari jadi buyar semuah :(

Akhirnya, aku dikasih tahu sama temenku buat cobain Maggo kalo maag udah mulai kambuh lagi. Awalnya kupikir itu sodaraan sama King Mango ya, taunya bukan gaes. Hahahaha. Itu semacam jamu tradisional ternyata yang fungsinya buat membantu atasi gangguan pencernaan seperti maag ataupun kembung karena asam lambung yang berlebihan gitu deh. Persis seperti yang pernah kualami. Huhuhu.

Sekilas ketika melihat Maggo, aku suka dengan desain packagingnya yang mayoritas berwarna biru laut. Tulisan di kemasannya jamu, tapi menurutku Maggo ini jauh dari kesan jamu yang tradisional. Benar-benar dikemas secara modern. Daaan menurut petunjuk di kemasannya Maggo juga udah diproduksi dengan higienis melalui proses CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional Yang Baik) yang telah ditentukan oleh BPOM gitu gaes. Nah baru tahu juga nih aku istilah seperti ini :)

Yang menariknya lagi, ternyata Maggo hanya menggunakan bahan-bahan alami bumbu makanan sehari-hari, tanpa bahan kimia obat gitu gaes. Setiap botol (@5 gram) Maggo mengandung bahan bahan berikut ini:
1,75 gram – Alpinia Galangan (Lengkuas)
1,25 gram – Phaeolus Aerus (Kacang hijau)
1,25 gram – Auricularia Polytricha (Jamur kuping hitam)
0,50 gram – Curcuma Longa (Kunyit)
0,25 gram – Syzygium Aromaticum (Cengkeh)

Dalam setiap box Maggo ada 6 botol kecil masing-masing berisi 5 gram jamu serbuk yang sudah menjadi satu paket pengobatan yang bisa diminum saat perut kosong setiap pagi sebelum sarapan atau malam hari sebelum tidur selama 6 hari berturut-turut. Maggo juga menyarankan supaya kita nggak mengkonsumsi makanan/minuman lain dulu hingga 30 menit setelah meminum Maggo. Kebetulan aku sendiri nyoba minum 2 botol aja pas kemarin asam lambung naik karena kebanyakan minum kopi dan telat makan. Itu aja udah feel better kok :)

Oya hampir lupa, setiap mengkonsumsi 1 botol Maggo @ 5 gram, kamu harus menyeduh air mendidih ya (disarankan air 150 cc). Ketika air sudah agak hangat, kamu bisa mengaduknya dan Maggo siap diminum. Buat yang punya maag akut, supaya hasilnya maksimal, disarankan juga untuk mengkonsumsi Maggo minimal 12 hari berturut-turut ditunjang juga dengan merubah pola makan jadi lebih teratur dan sehat. Soal harga, Maggo memiliki harga eceran Rp180.000 per box-nya. Jadi, harga per botolnya Rp30.000 dan sudah dilabeli Halal MUI.

This is my overall review about Maggo:
Pro
* Mengurangi konsumsi obat-obatan kimia, karena Maggo dibuat dari bahan alami.
* Packagingnya cakep, kesan jamu yang kuno benar-benar hilang ketika lihat kemasan Maggo. *Bisa dibeli dengan mudah secara online di Maggo Shop.

Cons
* Namanya jamu rasanya agak pahit, tapi biar agak manis bisa ditambahkan madu sedikit aja :)
* Kurang praktis, soalnya harus menyeduh dulu. Kalo ada versi tabletnya asyik juga nih ya.

Nah, buat kamu traveller yang seringkali dilanda maag, biar agenda jalan-jalan kamu selanjutnya menjadi nyaman, berkesan, dan aman, lakukan tips yang aku share ya, gaes! So, next travelling mau jalan kemana lagi nih?

===

Sekian ya sharing dari aku seputar tips travelling. Semoga informasinya bisa bermanfaat buat teman-teman semua. See you on the next blogpost!

If you feel this information are helpful, inspirational, or giving you enlightenment, please do not forget to share, subscribe, like social media @heydeerahma or just click the share button on the right side of my blog!

Love,

Facebook | Twitter | Instagram

===

Dilarang menggunakan foto dan tulisan dalam blog heydeerahma.com tanpa seizin pemilik blog. Silahkan kirim e-mail ke heydeerahma.com apabila ingin menggunakan foto atau mengutip sebagian informasi dari situs blog heydeerahma.com.

Share this to your friends:

Dee Rahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

6 Comments

  1. Aku pernah mengalami nih tiba-tiba asam lambung naik pas lagi travelling. Kapan2 coba maggo ini ah. Ribet kalo pas lagi kambuh soalnya, bisa sampe mual, pencernaan juga jadi gak enak.

  2. Alhamdulillah aku gak pernah sakit mag. Padahal kalo makan gak teratur wkwkwk… Sarapan ajam jam 11, 12 siang. Ato kalo ga ya jam 1. Wkwkwk..

    Ini bisa jadi rekomendasi ah kalo ada temen2 sakit mag

  3. Bener, kalau lagi asyik jalan-jalan tapi perut perih, itu rasanya rusak semua rencana. Maag ini setipe dengan diare menurutku dalam “merusak” acara traveling haha, kalo sakit lain macam pusing-pusing, kaki bengkak karena jatuh (pengalaman) masih bisa diatasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *