Pengalaman Menyetir Mobil di Singapura

filosofi-travelling-heydeerahma

Saya punya filosofi tersendiri ketika melakukan travelling.

Bagi saya, travelling adalah suatu kesempatan untuk mempertajam rasa, naluri, dan menambah semangat dengan melakukan experience-experience baru yang mungkin hanya bisa dilakukan satu kali seumur hidup, di tempat dan suasana yang berbeda.

Travelling membuat saya melihat dunia lebih luas, dengan mengamati keberagaman budaya, mindset, perbedaan kebiasaan masyarakat lokal di tempat saya liburan.

Travelling membuat saya menyelami diri saya sendiri. Mengasah self-conscious–kesadaran terhadap kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dan belajar berdamai dengan segala apa yang dimiliki dalam diri.

***

Dua bulan yang lalu, di akhir bulan Maret, saya berkesempatan untuk liburan ke singapura setelah sebelumnya saya sempat melakukan trip ke sumbawa selama 9 hari.

Rencana liburan ke singapura memang sudah saya inginkan sejak awal tahun 2015. Namun, nyatanya kesibukan dan berbagai halangan membuat saya harus menundanya hingga tahun 2016.

Saya kembali mengecek itinenary yang saya buat untuk trip ke singapura. Harusnya pengalaman travelling kali ini jauh lebih berbeda dari travelling-travelling sebelumnya. Terpikir untuk menjelajah semua tempat wisata populer di singapura, mulai dari Marina Bay Sands, Garden By The Bay, Universal Studios, Trick Eye Museum, dan Madame Tussaud. Too mainstream, yes? Hahaha. Nggak apa-apa, toh di singapura ini saya menambahkan satu pengalaman super seru yang hanya bisa dialami sekali seumur hidup: SELF-DRIVE di SINGAPURA. 

Yes, self-drive adalah pengalaman yang sangat berbeda bagi saya. Apalagi di negara orang. Setiap perjalanan yang saya lakukan, fokus saya adalah untuk mencoba experience-experience baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, seperti pengalaman menginap di bandara changi, berkendara naik mobil selama di singapura, mencoba kuliner khas singapura, mencoba grabcar di singapura, hingga nekat road trip ke kuala lumpur. Saya suka kegiatan yang mendorong adrenalin dan adventure.

***

Dalam postingan ini, saya akan bahas pengalaman berkendara mobil selama di singapura. Supaya adventure-nya makin terasa, pilihan self-drive alias nyetir sendiri di singapura menjadi satu hal menarik yang nggak bisa dilewatkan begitu saja. Beruntung, mobil yang saya sewa melalui Hertz seharga SGD133 sudah termasuk bensin full tankall-in insurance cover, dan unlimited mileage yang ngebebasin saya buat driving kemana aja, tanpa batasan jarak.

Lumayan kan, bisa eksplor Singapura 24 jam, dan mampir ke tempat-tempat lain dengan mudah karena menurut saya, naik MRT di Singapura asik sih, tapi pegel juga kalo seharian naik MRT karena luas bangeeeet stasiunnya untuk berpindah dari satu peron ke peron lain. Lagian naik mobil di singapura nggak macet, jalanan tenang, dan mudah cari parkir, nggak seperti di jakarta. Hahaha. Emang deh #turismanja.

heydeerahma-self-drive-sewa-mobil-hertz

Mengurus dokumen pengambilan mobil self-drive di konter Hertz Terminal 2 Bandara Changi, Singapura.

Saya mengambil mobil dari Hertz yang ada di Bandara Changi Terminal 2. Sebelum berangkat, di Jakarta, saya sudah melakukan pre-booking ke kantor Hertz Indonesia. Kedua proses pre-booking maupun pengambilan mobilnya di Changi very easy dan convenient. Syarat dokumennya gampang banget, tunjukkin aja Confirmation Letter, Paspor, Kartu Kredit, dan SIM. Semua dokumen wajib, kudu, harus dengan nama yang sama.

hertz-singapura-heydeerahma-liburan-ke-singapura

Ben sigap membantu saya dalam proses pengambilan mobil.

Berkendara mobil di Singapura, nggak perlu bikin SIM Internasional, karena SIM A dari Indonesia bisa digunakan di negara-negara tetangga ASEAN, gaes! Beda, kalau kamu mau berkendara ke New Zealand atau Eropa, wajib hukumnya ngurus SIM Internasional, seperti yang dialami oleh travel blogger, Ariev Rahman disini.

Gunanya kartu kredit ya tentu aja buat lakukan pembayaran penyewaan mobil, serta jaminan penyewaan mobil di Hertz. Semua pembayaran wajib pakai kartu kredit, dan walaupun kamu bawa uang tunai satu koper, mereka pun nggak akan mau terima. Administrasinya nggak lama kok, sekitar 15-20 menit udah bisa diambil mobilnya! Ready to feel my adventure, gaes? Hehehe.. Gaya banget yah.

***

Selesai mengurus administrasi, saya pun langsung diantar oleh Ben yang sangat ramah ke mobil yang akan saya sewa. Sebuah mobil sedan KIA Forte K3 berwarna putih dengan transmisi otomatis. Baru dan masih mulus. Semulus paha Yoona SNSD.

hertz-indonesia-heydeerahma

Cuma bisa tidur di Changi 2-3 jam, habis itu keasikan driving pakai mobil baru di Singapura.

Oiya, ada dua cara untuk melakukan reservasi mobil melalui Hertz:

  • Buat kamu yang mau sewa mobil, dengan tambahan bantuan chauffer alias supir untuk liburan di kawasan Asia, kamu bisa lakukan reservasi melalui Hertz Indonesia dengan mengirim e-mail ke hertzgsa@discoverjkt.net atau hubungi (+62) 21–521 2006 dengan menyertakan detail perjalanan, berupa: data pick up & return point, tanggal pemesanan, jenis mobil yang ingin kamu sewa. Hertz akan membalas dengan memberikan informasi quotation, serta proses pembayaran.
  • Buat kamu yang mau coba challenge diri kamu buat self-drive di negeri orang, kamu bisa reservasi melalui situs www.hertz.co.id, dan lakukan pembayaran saat kamu ingin mengambil mobil di pick up point yang sudah ditentukan. Tunjukkan confirmation letter yang diterima melalui e-mail, tunjukkan paspor, serta lakukan pembayaran dengan kartu kredit.

***

Pagi itu cuaca di singapura sangat cerah, secerah hatiku yang berbahagia merasakan wisata sensasional berkendara di kota super disiplin: si-nga-pu-ra. Di negara ini kamu jarang sekali menemukan pak polisi patroli di jalanan, karena sudah terdapat kamera-kamera pengintai di sepanjang persimpangan dan ruang publik. Kecepatan berkendara pun dibatasi hingga maksimal 80 km per jam di jalan tol, dan maksimal 60 km per jam di dalam kota.

heydeerahma-menyetir-di-singapura

Bersih, rapi, tertib saat berkendara di Singapura.

Hebatnya, kalau melanggar peraturan lalu lintas, masyarakat lokal singapura nggak bakalan diberhentiin pak polisi seperti di jalanan ibukota Jakarta. Petugas akan langsung mengirim surat denda ke rumah, yang kalau tidak dilunasi dalam waktu dua minggu, denda tersebut akan naik menjadi dua kali lipat.

berkendara-mobil-di-singapura

Nggak perlu takut nyasar, udah ada GPS super canggih yang bisa nunjukkin jalan. Buat parkir, bayar tol dan ERP pakai CashCard ya..

Jalanan singapura juga terlihat lebih damai dan tenang. Jarang sekali ada pengendara yang membunyikan klakson. Bahkan, yang saya dengar dari teman saya, Joe–seorang teman–warga lokal asli singapura yang saya kunjungi saat liburan ke singapura mengatakan sangat sulit memiliki mobil di Singapura, karena sebelum membeli mobil harus mengurus surat izin membeli mobil sebesar SGD70.000, serta mengurus lisensi berkendara sebesar SGD1.500. Whoaaa… Sejumlah uang yang sangat fantastis hanya untuk memiliki sebuah mobil. Beda ya sama Jakarta. Pakai uang 5 juta saja sudah bisa DP mobil.

heydeerahma-bertemu-teman-di-singapura

Joe cerita banyak banget soal culture dan habit masyarakat lokal Singapura!

Untuk menyetir mobil di Singapura, sebenarnya sama dengan di Jakarta. Kemudi ada di sebelah kanan. Sistem lalu lintas sangat rapi dan teratur. Tak ada macet dan pelanggaran lalu lintas. Yang paling saya ingat, di Singapura nggak ada tuh, bunyi klakson ketika lampu merah berubah ke hijau. Nggak ada juga pengemudi yang sengaja melanggar lampu lalu lintas hanya karena jalanan terlihat kosong dan sepi. Lucunya, ketika Joe bilang daerah Lau Pa Sat macet, ternyata macetnya beda banget seperti yang saya bayangkan. Itu mah kalau di Jakarta namanya ramai lancar, bukan macet. Kalo di Jakarta, macet itu ya mobil bener-bener berhenti. Hahaha.

***

Sehabis dari mengambil mobil di Changi, saya beranjak ke penginapan di 5Footway Inn yang berada di kawasan Bugis. Pertimbangannya, kawasan ini berada di tengah kota, dan mudah berpergian ke tempat wisata populer, seperti MBS, Chinatown, Arab Street, dll. Disini saya lakukan early check-in untuk mandi, sebelum melanjutkan perjalanan ke Marina Bay Sands. Sementara itu, mobil saya parkir di sebuah lapangan terbuka khusus parkir di seberang hotel, dengan biaya SGD0.50 per setengah jam. Beli dulu deh kupon parkirnya di Seven Eleven yang ada di dekat hotel, sekalian beli kartu SingTel buat memudahkan komunikasi dengan handai taulan di Indonesia.

Selesai mandi di hotel, saya pergi lagi menuju kawasan Orchard untuk mengambil tiket Sky Park Merlion Bay Sands di Lucky Plaza sekalian makan siang, sebelum lanjut ke Garden By The Bay. Satu hari cukup kok untuk eksplor kawasan Marina Bay sepanjang hari sampai malam.

***

heydeerahma-liburan-ke-singapura

Numpang narsis dulu ya, berbagi wajah bahagia :)

Trip hari pertama dan kedua berjalan sangat lancar. Traffic is good, no macet, dan cuaca selalu cerah sepanjang hari. Hari pertama, aku habiskan untuk eksplor sekitar Orhard Road, Esplanade, Marina Bay Sands, Merlion Park, dan Garden By The Bay as I mentioned before.

Hari ketiga, rencananya aku mau eksplorasi kawasan China Town, Little India, Arab & Bugis Street. Emang nggak sempat eksplor semuanya dengan detail sih, cuma bisa mampir ke Sri Mariamman Temple, Heritage Center (sampai sini, tapi nggak sempet masuk karena udah sore banget), Malaysia Heritage Center, Mesjid Sultan, sama ke Mustafa Center malam harinya.

heydeerahma-liburan-ke-kuil-sri-mariamman-singapura

Hello new friend from Switzerland! Kenalan pas mampir ke Kuil Sri Mariamman.

heydeerahma-di-malaysia-heritage-center

Eksis dulu di depan Malaysia Heritage Center! Siapa tahu jodohku lewat… #eh

Masuk ke dalam Sri Mariamman Temple sebenernya nggak perlu bayar tiket, tapi kalau bawa kamera harus bayar 3 SGD per kamera. Nanti masuk dari gerbang, di sebelah kirinya ada petugas yang stand by untuk ngecek turis yang masuk membawa kamera. Terus disediain juga kain buat turis yang pakai celana pendek hotpants, karena disini termasuk kategori tempat suci bagi umat Hindu, wajib buat turis untuk tetap menjaga sopan santun selama di area kuil. Jangan lupa untuk beli oleh-oleh di sekitar China Town atau di Mustafa Center ya! Aku kemarin beli oleh-oleh di Mustafa Center karena buka 24 jam, dan aku puas belanja di Mustafa Center sampai dini hari loh! Haha.

heydeerahma-berkendara-di-singapura-bersama-hertz

Thank you universe for giving me such a wonderful travel opportunity!

Stay tune ya gaes buat ikutin cerita road trip aku dari singapura ke kuala lumpur!

Love,

signforblog

Facebook | Twitter | Instagram | Migme

 

Share this to your friends:

Dee Rahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

31 Comments

  1. Parkirnya gimana kak disana? Ribet ga?
    saya pernah nyewa mobil di Penang n Glasgow.. SIM A Indonesia berlaku juga.. hehehe,…

  2. ini mah unforgetable moment banget ya dee. Bener-bener nguji adrenalin bawa mobil di negara orang. Di negara sendiri aja masih suka deg2an, apalagi negara orang. Fuihh, kerenn lah bisa asik banget driving di Singapore.

  3. Wah ini pengalaman luar biasa. Aku belum pernah denger atau bahkan ngebayangin bisa nyetir di Singapura. Bakalan bingung banget dan ngeri-ngeri sedap takut kena tilang hwhwhw. Tapi, kalo ada kesempatan, kenapa nggak ya? jadi penasaraaaaan.

  4. Haii… aku ada rencana traveling ke singapur dan sewa mobil sendiri. Berhubung bawa bayi biar ga bolak balik MRT. Btw kalo cash card itu kita udah disediain ya dari rental car nya? ? tqq

    • Hai Suhenny,

      Makasi ya udah mampir ke blognya Dee :)

      Buat cash card bisa beli di 7Eleven atau di Petrol Station yang tersebar di Singapura.

      Fungsinya buat bayar tol sama parkir selama kita mengemudi disana. Nah tiap mobil biasanya udah dilengkapi sama mesin pembaca cash cardnya gitu (tapi tetep kartunya harus beli dulu di sevel). Siapin aja 10 SGD dan kartunya itu bisa diisi ulang kelipatan 10 SGD.

      Kalo pengen tau info detail soal cash card, cek aja http://www.nets.com.sg. Kamu bisa liat lokasi penjualan cash card sekaligus tempat top up nya.

      Have a nice trip with your baby ya, Suhenny!

  5. waaa… asyik banget pengalamannya nyetir di singapura. parkirannya ya yaaa…alamaakk… 0,5 dolar per setengah jam. 5000 rupiah, hahaha…

    berapa htm sky park marina dee?

    • Hahaha, betul kalo dirupiahkan jadi berasa banget ya..
      Herannya, banyak mobil mewah macam BMW, Mercy, Lambo berseliweran di Singapura.

      SkyPark dapat 300K promo di Disdus hehehe :D

  6. tante keren, #halanhalan teyus :) *eaaa

    btw, itu marina bay sand bagus super banget, liat videonya jadi penasaran sama bentuknya yang mirip perahu. dulu, saya mentok cuma selpih di patung singa aja…

    gile, urus surat izin beli aja sampe 70ribu SGD? kalo dikurs bisa Rp 650-an jeti. itu sama aja kalo di sini seharga mobil premium :)

    • Makasih, aku emang keren, Da.. :p

      Iya salut sama infrastruktur dan desain arsitektur bangunan-bangunan keren di Singapura! Aku sampe mampir ke lantai paling atasnya MBS, dan awesome bingitz pemandangannya di malam hari *sayang aku ga sempat foto saking nikmatin suasana malam hari Singapura dari Rooftop MBS.. :(

      Iyes, urus dulu ijinnya, baru bisa beli mobil. Hehehe. Kata teman lokal.. Forget about buying car when you are moving to Singapore.. :d

  7. Hai kak, salam kenal mantep banget nih sharingnya. Kebetulan saya jg udh beberapa kali nyetir di malaysia, and kalau dari gambaran kak heyde maka situasi nyetirnya gak jauh beda dibanding malay. Nah, kalau saya dari johor mau ke sing kira-kira masalah gk ya kalau bawa mobil hehehe tks btw
    Soalnya lumayan bedanya kalo sewa di johor heheh

    • Hai Yosua, salam kenal juga yaa :)

      Kalau menurutku lebih enak nyetir di singapura, krn semuanya serba tertib dan ga ada macet. Hehehe. Kalo di Malaysia masih ada sedikit-sedikit macetnya.

      Kalo bawa kendaraan dari Johor ke Singapura tergantung dari rental mobilnya ada ketentuan tertentu nggak, harus dicek langsung ke rentalnya.

      Setau aku Hertz bisa self drive dari singapura ke malaysia, asalkan mobil dikembalikan di singapura. Coba cek langsung http://www.hertz.co.id deh, Yosua ^_^

  8. Waaah seru banget ya mbak Dey bisa sewa mobil dan setir sendiri di Singapura.Tapi pastinya jadi lebih mahal ya.Buat sewa harian dan bayar parkir daripada naik MRT.Tapi seruu..

    • Iyes, seruuu, jadi punya pengalaman travelling yang bener-bener beda di negara orang :)

      Kalau sendirian ya lumayan, tapi kalo sama keluarga, rasanya layak deh sewa mobil karena alasan lebih nyaman dan praktis, apalagi buat yang bawa balita :D

  9. Wah pengalaman yg menarik mbak, memberi ide untuk self driving pas ke sg. Saya ke sg naiknya cuma MRT mulu ama jalan kaki. Pegel jadinya :))

    • Ayooo kapan-kapan wajib coba nih self drive di singapura ;) Ajak temen2 atau keluarga biar bs hemat biaya sewa mobilnya..

  10. seru tuh kayaknya pengalamannya. pengen kesingapura sebenernya. nunggu waktu yang pas aja, mungkin ntar saya ganti berbagi pengalaman. aminn

  11. Tengkyu sharingnya Mbk.
    Eh, setirnya sama kyk di Indonesia ya? :D
    Oh ya, kalau sewa tu ada batasan maksimal brp jam/ hari mbak?

  12. Waa seru dan senang sekali ya kelihatannya…seolah-olah hadir disana dan menyaksikan…perdana mampir di blog ini. Salam kenal mba…

    • Salam kenal Fee :)

      Ya senang sekali bisa travelling dan berbagi cerita lewat blogku ini.

      Sering-sering main ya Fee ke ‘rumahku’ ini ;)

  13. Waaaaah seru juga ya kao nyewa mobil pas ke singapur :D CUma kalo aku ya takut nyasar Mak, walaupun udah ada GPS juga, rasanya kalo bukan di daerah sendiri jadi parno. Hihi. Makasi sharingnya ya Maaak, inshaallah bermanfaat nih untuk aku :D

    • Seru dong karena bisa ngerasain pengalaman liburan yang berbeda ;)

      Menurutku gampang kok nyetir di singapura, jalannya lempeng, dan pakai bantuan GPS sudah cukup ;)

      Paling yang kudu diperhatiin soal parkir sama erp, kita harus punya cash card yang dipasang di sebelah kanan dashboard mobil kita. Itu nanti saldonya berkurang setiap lewat erp.

  14. asyik sekali pengalamannya , sangat mungkin tak terlupakan, pastinya beda ya kalau berkendaraan di indonesia yang pasti banyak dongkolnya krn banyak yang melanggar aturan

    • Yes, it was unforgetable moment!

      Benar, kalo di indonesia, gak bisa nyetir santai seperti nyetir di singapura :)

      Di singapura nyetir bisa santai, pelan, nikmatin momen banget deh! Hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *