Pengertian, Cara Kerja, Resiko, dan Legalitas Investasi Peer to Peer Lending Indonesia

HeyDeeRahma.com – Pengertian, Cara Kerja, Resiko, dan Legalitas Investasi Peer to Peer Lending Indonesia | Tahukah kamu, jenis investasi peer to peer lending ini awalnya berkembang di Inggris mulai dari tahun 2005? Namun, baru mulai berkembang di Indonesia sejak tahun 2015?

Dulu, hanya koperasi dan bank saja yang bisa meminjamkan uang kepada masyarakat. Atau rentenir yang biasa dikenal masyarakat sebagai peminjam dana  individual. Sekarang, pinjaman online sudah mulai berkembang di masyarakat. Mereka yang membutuhkan dana kian mudah mengaksesnya.

Inilah bukti dari gambaran industri keuangan yang selalu berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Yuk kenali dulu dengan baik tentang peer to peer lending.

Mengenal Pengertian Peer-To-Peer Lending

Otoritas Jasa Keuangan menerjemahkan P2P Lending sebagai inovasi bidang keuangan yang memanfaatkan teknologi sehingga pemberi dan penerima pinjaman dapat melakukan transaksi pinjam-meminjam tanpa harus bertatap muka langsung. Mekanisme transaksi peer to peer lending menggunakan sistem yang disediakan Penyelenggara Fintech Lending, melalui aplikasi/website.

Bagaimana Legalitas Peer-To-Peer Lending Indonesia?

Otoritas Jasa Keuangan mengatur seluruh regulasi, serta penyelenggaraan kegiatan peer to peer lending Indonesia. Salah satu tips berinvestasi P2P Lending adalah memilih yang sudah terdaftar dan berizin oleh OJK dan membaca rilisan publikasi yang terbit rutin di laman OJK disini.

Cara Kerja Peer-To-Peer Lending

Sistem peer to peer lending memudahkan masyarakat untuk bisa meminjamkan uang kepada orang lain melalui pihak ke-3, yakni fintech yang sudah terdaftar dan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan. Perusahaan finansial teknologi yang seringkali dikenal sebagai fintech ini juga memiliki beberapa macam sebutan, yakni Perusahaan Fintek Lending, Perusahaan Fintech Pendanaan, dan Platform Peer to Peer Lending / P2P Lending.  

Cara kerjanya cukup sederhana, masyarakat umum cukup menyerahkan sejumlah uang ke P2P Lending pilihannya sebagai Investor/Lender. Setelah itu, Perusahaan Fintech Pendanaan tersebut akan menyalurkan kembali dana yang masuk kepada masyarakat yang membutuhkan pendanaan berupa kredit pinjaman.

Pengembalian dana oleh Pihak Peminjam (Borrower) berupa sistem bunga atau bagi hasil, sesuai dua kriteria yang bisa dipilih, syariah atau konvensional. Bunga yang diterima oleh fintech inilah yang nantinya diteruskan kembali pada Lender sebagai keuntungan investasi P2P Lending.

Perbedaan P2P Konvensional dan P2P Syariah

Perbedaannya cukup jelas, P2P Konvensional memakai sistem bunga, sementara P2P Syariah menggunakan akad pinjam-meminjam yang sesuai prinsip Islam. Untuk mengeceknya, bisa melihat dari daftar perusahaan lending di OJK. Atau biasanya di setiap laman website fintech lending syariah, terdapat logo MUI.

Risiko & Mitigasi Investasi P2P Lending

Pahami dahulu bahwa setiap investasi memiliki dua sisi, yakni untung dan rugi. Dengan memahami resiko dan mitigasinya, kerugian yang dapat terjadi di masa mendatang bisa dihindari. Tentu saja, saya tidak memungkiri adanya kasus seorang netizen yang menyalahkan perusahaan P2P lending karena dana tidak dikembalikan utuh, juga untung yang tidak didapat.

Maka dari itu, pastikan sebelum menginvestasikan uang ketahui semua kemungkinan resiko yang mungkin ditemukan pada investasi peer to peer lending, seperti gagal bayar atau terlambat bayar. Ingat kembali bahwa jenis investasi peer to peer lending ini adalah sistem pinjam-meminjam, dimana dana yang diberikan akan digunakan para peminjam untuk pengembangan bisnis, usaha, atau personal loan (non-produktif) seperti pendidikan dan kebutuhan harian mendesak.

Perlu diperhatikan untuk dana yang ditujukan sebagai kebutuhan personal. Ada kemungkinan individu tersebut benar-benar mengalami kesulitan finansial sehingga pengembalian dana terlambat, atau terhambat. Begitu juga dengan bisnis, masih ada kemungkinan predikasi bisnis meleset sehingga sulit melakukan pengembalian dana tepat waktu.

Menanggulangi Resiko Gagal atau Terlambat Bayar

Secara umum, setiap platform P2P Lending sudah memiliki mitigasi resiko sehingga hak investor dalam melakukan pendanaan lebih terlindungi, yang bisa dipertimbangkan melalui 4 aspek berikut.

1. Nilai TKB90

OJK memastikan setiap platform P2P Lending menampilkan tingkat keberhasilan pengembalian pada hari ke-90 (biasa disebut TKB90). Nilai TKB setiap platform P2P Lending berbeda-beda. Ini merupakan acuan tingkat keberhasilan perusahaan fintech peer-to-peer lending memfasilitasi penyelesaian kewajiban pinjam-meminjam dengan jangka waktu sampai 90 hari terhitung sejak jatuh tempo.

Biasanya Nilai TKB90 berbentuk persentase yang diupdate secara berkala, dan tertera di laman website atau aplikasi P2P. Semakin tinggi nilainya, artinya semakin baik karena Perusahaan P2P Lending tersebut berhasil menyelesaikan kewajiban 90 hari setelah jatuh tempo, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai P2P pilihan untuk diinvestasikan.

2. Credit Scoring

Credit Scoring inilah yang menjadi acuan para investor mengenai Peminjam Dana. Nilai A, B, C, D, dan seterusnya adalah nilai yang menjadi panduan Tipe Peminjam Dana oleh Investor. Contohnya, pinjaman dengan credit scoring D memiliki resiko tinggi, dengan keuntungan yang semakin tinggi dibandingkan credit scoring A. Penilaian ini dilakukan oleh masing-masing Perusahaan P2P Lending. Bagi investor dengan profil investasi aman, maka pinjaman dengan credit scoring A akan lebih cocok.

3. Agunan

Resiko gagal bayar pasti ada dalam sebuah investasi P2P Lending seperti yang sudah disebutkan di awal artikel. Maka dari itu, adanya agunan atau jaminan ini membantu melindungi Lender ketika Borrower terpaksa gagal bayar. Agunan tinggal dicairkan untuk melindungi dana yang sudah disetorkan di proses awal, walaupun mungkin saja sebuah jaminan tidak cukup menutupi seluruh dana yang dipinjam (tetap ada kerugian sebagai bagian dari resiko investasi).

4. Proteksi Asuransi

Saat Borrower mengalami gagal bayar, maka proteksi dari asuransi sangat membantu untuk memenuhi kewajiban Borrower. Namun, pahami juga bahwa di setiap platform terdapat kebijakan yang berbeda-beda terkait dana yang bisa dikembalikan, dan siapa yang membayar premi asuransi.

Contoh, di platform Koinworks yang pernah saya coba, disediakan asuransi dari pihak eksternal, dimana ketika Borrower gagal bayar, maka Lender bisa memperoleh dana sesuai porsi persenan yang ditetapkan sesuai Credit Score Borrower. Untuk membuka akun di KoinWorks, silahkan gunakan kode: 21407 saat mendaftarkan akun KoinWorks pertama kali.

Saran Sebelum Investasi di P2P Lending

Sebagai individu yang sudah mencoba menjalankan investasi P2P, maka ada baiknya perhatikan hal penting berikut dahulu:

1. Pilih perusahaan fintech p2p lending yang sudah terdaftar di OJK, dan aktif merilis berita terkini mengenai perusahaannya.

2. Pilih borrower dengan reputasi yang baik. Hal ini dilihat dari credit scoring, bidang usaha yang dijalankan, agunan, dan asuransi.

3. Jangan letakkan seluruh dana hanya di 1 Diversifikasi diperlukan saat memutuskan berinvestasi di p2p lending untuk meminimalisir resiko.

4. Pelajari karakteristik setiap platform peer-to-peer lending melalui sistem, syarat, dan ketentuan yang berlaku.

Jangan takut mencoba investasi baru, namun tetap sesuaikan dengan profil resiko masing-masing individu. Semoga bermanfaat dan Selamat berinvestasi!

Bagikan pengalaman berinvestasi di platform p2p lending yuk di kolom komentar! Atau bisa mention @heydeerahma di instagram.

PS: Kalo informasi ini berguna buat kamu, bantu aku untuk terus semangat berkarya lewat tulisan dengan cara klik salah satu tombol social media yang ada di bagian paling bawah situs blog aku ini. Dan jangan lupa share, subscribe, like sosial media aku yaaa!

See you on the next blogpost.

Love,

signforblog

FOLLOW MY SOCIAL MEDIA

Facebook | Twitter | Instagram

===

Dilarang menggunakan foto dan tulisan dalam blog heydeerahma.com tanpa seizin pemilik blog. Silahkan kirim e-mail ke heydeerahma.com apabila ingin menggunakan foto atau mengutip sebagian informasi dari situs blog heydeerahma.com.

Others articles related to personal finance and lifestyle:

Dee Rahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *