Pecinta Kopi? Wajib Nonton Film Ini!

Hey readers, hayo siapa saja disini yang suka minum kopi? Kopi adalah minuman yang sangat digemari dari berbagai usia, kalangan sosial dan juga gender. Saya sendiri suka meminum kopi pada saat sedang ada deadline kerjaan atau sekedar duduk sore mengobrol bersama teman. Menurut sejarah, kopi berasal dari bahasa Arab yaitu qahwah yang memiliki arti kekuatan. Kata qahwah kemudian mengalami beberapa perubahan menjadi kahveh yang merupakan bahasa Turki, kemudian menjadi koffie dalam yang diambil dari bahasa Belanda.

Kebetulan belum lama ini ada sebuah film yang membahas tentang kopi secara mendalam. Film ini diangkat dari sebuah novel berisi kumpulan cerita pendek karya novelis ternama, Dee Lestari. Film Filosofi Kopi ini mampu menarik banyak penonton terutama generasi muda termasuk saya untuk melihatnya. Feedback dan kehebohan yang diberikan oleh penikmat film kepada film garapan Angga Dwimas Sasongko inipun terbilang cukup luar biasa. Saya sendiri bahkan ikut hadir ke live in concert Film Filosofi Kopi yang diselenggarakan di Cafe Rolling Stone Jakarta dan bertemu dengan penulis, sutradara, para pemeran, dan juga band-band yang mengisi soundtrack film tersebut.

Filosofi Kopi

Well, sebenernya apa sih film Filosofi Kopi itu? Kenapa di waktu tayangnya yang bersamaan dengan film Hollywood legendaris Fast and Furious 7 ia masih bisa menarik jumlah penonton yang sangat banyak? Untuk yang sudah pada nonton pasti sudah tahu ya jalan ceritanya. Tetapi untuk yang belum sempat nonton, berikut saya akan memberitahukan sinopsis dan mencoba untuk me-review mengenai film yang memiliki pemeran utama Chico Jericho, Rio Dewanto dan Julia Estelle ini.

Sinopsis :

karakter-filosofi-kopi

            Ben (Chico Jericho) adalah seorang anak dari petani kebun kopi yang karena suatu hal akhirnya harus berpisah dengan orangtuanya dan diasuh oleh orangtua Jody (Rio Dewanto). Ben dan Jody bersahabat sejak kecil dan ketika beranjak dewasa mereka berdua membangun sebuah kedai kopi yang dinamakan Filosofi Kopi. Kedai yang dibangun dengan dana dari keluarga Jody ini memiliki Ben yang bertugas sebagai barista alias peracik kopi, dan memiliki seorang yang mengatur strategi penjualan dan jalannya keuangan yaitu Jody sendiri. Kedai kopi ini dibangun sederhana namun terkenal dengan rasa kopinya yang enak. Ben selalu memberikan kopi-kopi buatannya sebuah filosofi arti yang bermakna.

            Seiring bertambahnya waktu, pendapatan kedai Filosofi Kopi ini selalu minus. Hal ini dikarenakan Ben yang memiliki karakter keras kepala karena hanya ingin meracik kopi jika biji kopinya paling bagus dan ia juga menolak untuk memasang wifi di kedai kopinya. Jody berpikir jika mereka memasang wifi, pelanggan akan bertambah tetapi Ben tidak berpikir demikian. Akhirnya, ketika mereka mencapai puncak krisis, datanglah seorang pengusaha kaya yang berjanji akan memberikan sejumlah uang yang sangat banyak jika Ben bisa membuat kopi yang paling enak di dunia. Menerima tawaran tersebut, akhirnya Ben berhasil membuat kopi yang sangat enak yang dinamakan Ben Perfecto.

Laku keras dan diwawancarai oleh berbagai media, Ben Perfecto dihancurkan oleh komentar seorang wanita cantik bernama El (Julia Estelle) yang mengatakan bahwa masih ada kopi bernama Kopi Tiwus yang jauh lebih enak dari Ben Perfecto ini. Akhirnya Ben, Jody melakukan perjalanan mencari Kopi Tiwus yang diantar oleh El. Kopi Tiwus adalah kunci untuk memenangkan tawaran pengusaha kaya dan kelangsungan hidup kedai kopi yang dimiliki oleh Ben dan Jody.

Review :

Filosofi Kopi (1)

Film ini digarap dengan visualisasi yang sangat bagus dengan pendalaman dialog yang menyentuh dan mudah dipahami. Peran para pemainnya terlihat sangat natural. Soundtrack lagu yang dipilih bagus-bagus sekali dan easy listening. Saya cukup kagum melihat cerita pendek dalam novel ini bisa diimprovisasi secara halus dan dijadikan film bioskop yang cukup lama. Namun pernah membaca novelnya, membuat saya menemukan adanya perbedaan signifikan antara film dan novel yaitu munculnya karakter El di dalam film Filosofi Kopi. Film ini juga membuat penonton jadi lebih memahami tentang kopi dan memberikan motivasi untuk meraih mimpi. So far, film ini menurut saya layak ditonton. Film ini juga membuat saya jadi ingin meracik kopi sendiri dengan coffee drip layaknya Ben, barista handal di film Filosofi Kopi.

Buat readers yang mengaku pecinta kopi dan belum nonton wajib banget nonton film Filosofi Kopi ini. Sedangkan untuk readers yang sudah nonton, filosofi kopi manakah yang menjadi favorite mu? Leave the comment below ya!

Love,

signforblog

Facebook | Twitter | Instagram | Migme

Share this to your friends:

heydeerahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

6 Comments

  1. Ini kayaknya udah ga tayang di bioskop ya, mak? Di sini adanya surga yang tak dirindukan. Hiks.

    • Iyesss, Mak~ Udah gak ada di Jekardah.
      Tunggu aja DVD-nya nanti :)

  2. Aku dong, belum nonton. T_T

    Buku buku Dee memang selalu beat seller,,entah itu orang mikirnya pake mesin apa, imajinasi dan pengetahuannyauas banget! :D

    • hehehe, nanti beli aja dvd-nya :D
      keluarganya keluarga seniman, Mas Elang.
      Vokalisnya Mocca dari Bandung kalo gak salah adiknya/kakaknya gitu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *