Mengintip Kehidupan Tambang Di Sumbawa

Perjalanan diawali sebuah penerbangan dari bandara Soetta-Jakarta. Matahari pagi nan terik menyambut para bootcampers–sebutan kami para peserta #NewmontBootcamp dan rombongan media yang berangkat bareng dari Jakarta. Sambil menunggu boarding, kami pun sarapan dulu di sebuah kafe.

Penerbangan berjalan dengan tepat waktu. Sekitar 1.5 jam kemudian, kami sudah singgah di Bandara Internasional Lombok yang baru beroperasi sejak tahun 2011 lalu, disambut dengan alunan musik tradisional khas Mataram di lobi.

Sesampai di bandara, kami dijemput oleh Pak Ari, perwakilan dari PT. Newmont Nusa Tenggara–atau disingkat NNT untuk berangkat menuju ke Pelabuhan Kayangan, yang ditempuh selama kurang lebih 2 jam dari bandara. Rencananya, dari Pelabuhan Kayangan inilah, kami akan menuju ke gerbang masuk utama ke NNT di Benete via kapal speedboat bernama Tenggara Satu yang khusus melayani karyawan dan kontraktor NNT saja dengan harga tiket Rp100.000/trip (untuk penumpang yang memiliki KTP Kab, Sumbawa Barat) dan Rp135.000/trip (untuk penumpang dari luar Sumbawa Barat).

boarding-pass-pelabuhan-kayangan-lombok

Dari awal perjalanan aku terpesona sama rapinya manajemen NTT. Nih lihat betapa kece-nya Boarding Pass Pelabuhan Kayangan.

Rombongan peserta #NewmontBootcamp terpecah menjadi rombongan Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Lombok. Kalau tidak salah, rombongan Yogya dan Surabaya sudah sampai di Lombok lebih awal, dan menginap di Mataram. Maka, saat mencapai Pelabuhan Kayangan, kami rombongan Jakarta tidak langsung berlayar ke Pelabuhan Benete, karena ternyata kami datang lebih awal dari jadwal keberangkatan kapal sekaligus sambil menunggu rombongan Lombok datang.

diskusi-dunia-tambang-newmont

Sambil menunggu, kami berdiskusi melemparkan pertanyaan yang membuat kami penasaran tentang dunia tambang.

Dari rumah, saya juga sudah mempersiapkan obat anti-mabuk, mengingat pengalaman berlayar ke Pulau Pari sempat membuat mual alias kena mabuk laut. Untung saja, imajinasi saya ini nggak jadi realita. Fasilitas kapal yang nyaman, bersih, dan adem, membuat saya terbuai selama berlayar untuk menikmati warna biru laut dan bukit indah di sepanjang perjalanan. Dalam diam, saya merasa bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini.

***

Kecepatan speedboat Tenggara Satu melambat. Tanda kami sudah mencapai Pelabuhan Benete. Indahnya warna jingga di sekitar Pelabuhan Benete menyambut kami semua para Bootcampers dan rombongan media. Dua buah bus sudah menunggu rombongan kami untuk mengantar kami ke site Newmont Nusa Tenggara.

pelabuhan-benete-newmont-nusa-tenggara

Ini nih wujud kapal speedboat Tenggara Satu yang sudah sampai di Pelabuhan Benete, Sumbawa.

Hal pertama yang kami dapatkan di site adalah safety induction dari Pak Ruslan (Corporate Communication NNT) yang menekankan agar kami selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan selama di lokasi tambang. Kami pun dipinjamkan sepatu, helm, kacamata, serta vest keamanan berwarna oranye menyala selama kegiatan Bootcamp. Malamnya, acara dilanjutkan dengan dinner bersama, dan kami menutup hari dengan beristirahat di mess yang sudah disediakan oleh panitia.

pose-peserta-newmont-bootcamp-batch-5

Yay! Nambah temen baru dari berbagai kota di Endonesiah!

What a long and exciting day! 

  Love,

signforblog

Facebook | Twitter | Instagram | Migme

Dee Rahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

12 Comments

  1. Penyeberangan yang bermartabah ; mungkin perlu juga menyeberangan dengan kapal reguler yang milik pemda agar menambah khazanah

  2. Iya yang serba rapi dan disiplin dari Newmont memang sungguh patut diacungi jempol. Seandainya sistem seperti bekerja di seluruh Indonesia, keren banget negara kita ya Dee :)

  3. Perjalanan yang menyenangkan. Saya juga sudah sedia tolak angin satu bungkus dan akhirnya tdk terpakai :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *