Mengenal Komponen Listrik Rumah Tangga Agar Rumah Aman Dari Bahaya Listrik

schneider-sharing-tips-agar-rumah-aman-dari-bahaya-lisrik

HeyDeeRahma.com – Mengenal Istilah Komponen Listrik Rumah Tangga Agar Rumah Aman Dari Bahaya Listrik | Pernah nggak punya pengalaman ketika asik nonton youtube di hape tiba-tiba koneksi internet di rumah putus karena mati lampu akibat listrik konslet? Atau pas lagi nyalain mesin cuci tiba-tiba listrik di rumah turun? Kesel sekaligus penasaran dong kenapa hal yang menyebalkan ini bisa terjadi sama listrik di rumah kamu?

Apa Pentingnya Mengecek Listrik Rumah Tangga Secara Berkala?

Kebetulan banget awal Oktober lalu, Dee punya kesempatan buat nambah-nambah ilmu soal dunia kelistrikan yang nantinya bakal berguna pas punya rumah sendiri (doain bareng yaaa…) di acaranya Schneider bareng sama KEB. Schneider adalah perusahaan berumur 43 tahun dengan spesialis kelistrikan (electricity) yang berasal dari Perancis dan memiliki visi untuk terus mengembangkan inovasi terhadap perlindungan keamanan listrik bagi industri maupun kebutuhan rumah tangga. Ibaratnya, kalo udah sama ahlinya mah nggak usah khawatir soal kualitas, udah dijamin deh semua produk komponen listrik dari Schneider berlabel SNI.

cara-mudah-mencegah-listrik-padam-tiba-tiba-bersama-schneider

Lampu tenaga surya adalah salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Schneider.

 

Di acara ini, Frankco Nasarino selaku Product Marketing Partner Retail Business Schneider Electric Indonesia) sharing banyak hal mengenai dunia kelistrikan yang sepertinya awam bagi para perempuan yang datang di acara hari itu. Kalo saya sih, jujur saja, saya cuma tahu pakai listrik dan bayar listrik saja. Soal teknis, angkat tangan deh! Hayo ngaku siapa yang sama seperti saya? Hehehe.

Namun, walaupun lebih sering diabaikan di rumah, masalah mengenai kelistrikan ini ternyata perlu, bahkan wajib menjadi perhatian bagi setiap pemilik rumah karena menyangkut perlindungan keamanan listrik rumah tangga. Mak Mira selaku moderator acara hari itu pun sempat membeberkan sebuah data mencengangkan bahwa per 28 September 2016, sudah terjadi 84 insiden kebakaran di area tempat tinggal yang mayoritas disebabkan oleh listrik yang konslet. See? Betapa banyak sekali yang belum begitu concern terhadap keamanan listrik rumah tangga sehingga bahaya kebakaran di area pemukiman bisa mengintai dimanapun.

tips-mengatasi-listrik-mati-dengan-schneider

Berkat Pak Rino, aku jadi paham deh soal kelistrikan yang akan kugunakan di rumahku kelak. Amin!

Perlu diketahui bahwa di perumahan-perumahan, instalasi listrik rumah tangga sudah dikelola pemasangannya oleh pengembang. Bagi yang membangun rumah sendiri dari nol, juga biasanya menyerahkan begitu saja kepada kontraktor yang sudah terbiasa menangani pembangunan rumah hingga proses pemasangan electricity-nya. Namun, sangat disarankan bagi pemilik/penghuni mengetahui seluk beluk instalasi listrik di rumahnya. Berikut hal-hal penting yang wajib diketahui oleh pemilik rumah mengenai komponen instalasi listrik:

1) MCB (Miniature Circuit Breaker)

MCB adalah sebuah produk default yang biasanya sudah dipasang oleh PLN di setiap rumah warga dan memiliki standar keamanan yang baik, namun belum dilengkapi oleh perlindungan bahaya listrik bagi rumah tangga. MCB berada tepat di bawah meteran listrik KWh, dan biasanya suka “turun” kalau listrik di rumah kita sudah kelebihan beban listrik sehingga menyebabkan munculnya hubungan singkat arus listrik.

Penyebab listrik “turun” bisa macam-macam. Kalo yang saya alami, hal ini bisa terjadi karena beberapa peralatan rumah tangga (tivi, jetpump, kipas, kulkas, dan charger ponsel) dinyalakan secara bersamaan, sehingga mengakibatkan listrik jadi padam sementara. Oya, sekaligus mengingatkan. Jangan lupa ya kalo punya lampu yang mati atau apapun itu yang dialiri listrik sedang rusak dan ingin diperbaiki, kamu wajib memutus aliran listrik dari tiang ke rumah dengan menurunkan MCB.

2) ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker)

Aliran listrik yang bocor dapat berbahaya bagi manusia yang tak sengaja memegangnya. As you need to know, 1A listrik bisa menyebabkan kontraksi pada otot, kerusakan pada jantung, bahkan kematian. Maka, dibutuhkan sebuah perlindungan ekstra bagi arus listrik yang mengalir di rumah dengan bantuan ELCB yang berfungsi mencegah listrik bocor mengalir ke tubuh manusia atau penghantar listrik lainnya sehingga menimbulkan kebakaran.

ELCB wajib dipasang dalam rangkaian kelistrikan rumah tangga karena ternyata menggunakan MCB saja tidak dapat mengatasi arus bocor. Gangguan yang tak disengaja sehingga menyebabkan arus bocor, termasuk didalamnya seperti kabel yang terkupas karena digigit tikus, pemasangan stop kontak yang tidak benar, ataupun kelebihan banyak beban listrik.

3) RCBO (Residual-Current Circuit Breaker with Over Current Protection)

As I mentioned before, Schneider memiliki concern untuk terus berinovasi menghasilkan perlindungan keamanan listrik bagi rumah tangga dan industri. Nah, dari visi tersebut, tercipta sebuah inovasi baru dari Schneider yang disebut RCBO. Memiliki dua fungsi sekaligus untuk perlindungan saat listrik konslet, serta mengamankan arus listrik bocor, RCBO merupakan kombinasi antara MCB dan ELCB yang desainnya terlihat lebih ramping.

Pemasangan RCBO sendiri sangat disarankan untuk titik-titik di dalam rumah yang cenderung lembab, seperti dapur, kamar mandi, dan kolam renang dengan tujuan untuk meminimalisir dampak tersebarnya listrik yang bocor, terutama di tempat yang berair karena air salah satu penghantar listrik yang baik—which is not good  karena malah bisa membahayakan orang yang berada di area listrik bocor yang ada di sekitar tempat lembab.

cara-lakukan-pembayaran-listrik-dengan-mudah

Ramping yaa si RCBO ini… Hemat tempat sekaligus aman buat dipasang di MCB Box!

Sudah jelas kan perbedaan fungsi masing-masing komponen listrik yang wajib diketahui oleh setiap pemilik rumah? Selanjutnya, kamu juga perlu mengetahui cara mengecek KWh atau daya listrik yang tersedia di rumah. Caranya, setiap komponen MCB yang dipasang oleh PLN biasanya memiliki kode C4, C6, C10 yang berada di atas saklar MCB. Setiap kode mewakili jumlah bilangan kali yang wajib disandingkan dengan angka 220V untuk mendapatkan jumlah daya listrik di rumahmu. Misalnya, C6 tinggal dikali 220V berarti daya di rumah tersebut adalah 1300V.

Home Electricity Tips for Smart Woman

tips-mencegah-bahaya-listrik-heydeerahma-schneider

Seperti ini kira-kira rupa MCB Box yang diisi oleh ELCB/MCB/RCBO, plus kabel yang berfungsi mengalirkan arus listrik dari seluruh bagian rumah.

Nah, kalau sudah tahu fungsi setiap komponen, berarti wajib dong ya tahu juga cara merawat agar arus listrik di rumah tetap aman bagi semua keluarga.. Ikuti juga tips ini ya untuk jadi smart women yang knowledgeable soal electricity di dalam rumah.

* Jangan pernah membuka MCB Box secara mandiri. Pastikan hanya petugas maupun ahli listrik bersertifikasi yang melakukan pembongkaran listrik di rumah kamu.

* Hati-hati dengan kabel biru yang ada di komponen MCB Box, karena itu adalah kabel bertegangan tinggi yang membahayakan.

* Hindari penggunaan colokan T karena dapat menyebabkan kelebihan beban listrik sehingga berpotensi untuk terjadi hubungan arus pendek dan munculnya bunga api yang memunculkan kebakaran.

* Menggunakan punggung tangan dibandingkan telapak tangan lebih baik ketika mengecek arus listrik. Karena pada dasarnya sifat listrik, apabila kita genggam, bukannya malah refleks melepasnya, malah akan semakin kencang menggenggamnya. That’s why perhatikan deh tukang listrik kalo ngecek arus listrik selalu pakai punggung tangan.

* Pilih dan beli sekring dan komponen listrik lainnya yang sudah berlabel SNI dan usahakan selalu menggantinya setiap 10 tahun sekali.

* Sebisa mungkin gunakan kain atau sandal karet untuk menghindari hantaran dari listrik bertegangan tinggi yang bisa saja muncul tiba-tiba karena arus pendek.

Well, habis ini semoga tercerahkan ya.. Walaupun listrik memang identik dengan dunia laki-laki, nggak ada salahnya dong ya kita-kita nih perempuan ketje juga nambah pengetahuan baru. Setuju ya?

schneider-mengatasi-masalah-listrik-rumah-tangga

Happy tim aku menang games!

Berikut ini kontak dan Customer Service Schneider Indonesia:

Hotline: 1500055

Fax: (62) (21) 750 4415-16

Email: customercare.id@schneider-electric.com

PS: Kalo informasi ini berguna buat kamu, bantu aku untuk terus semangat berkarya lewat tulisan dengan cara klik tombol share ya yang ada di bawah artikel ini. Share, subscribe, like sosial media aku yaaa!

See you on the next blogpost.

Stay awesome and wear your best smile!

Love,

signforblog

Facebook | Twitter | Instagram | Migme 

Share this to your friends:

Dee Rahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

25 Comments

  1. kalau dirumah urusan listrik biar suami aja yang urus, aku takut soalnya.. tapi paling tidak harus tau ya komponen listrik apa aja yang ada dirumah

  2. Karena ibu yang paling banyak di rumah, jadi kudu aware juga soal listrik. Kalau biasanya bergaul sama bumbu dapur, perlu juga kenalan sama kabel :)

  3. Hai Kak Dee, yeay akhirnya ketemu Kak Dee secara personal.Sayang yah nggak banyak ngobrol karena serius menyimak acaranya heheheh.

    bener banget sekarang perempuanpun nggak boleh cuek bebek yah sama listrik. Waspada sama bahaya listrik penting banget yah :D

    Sampai ketemu lagi kak Dee :D

    • Bener, perempuan zaman sekarang dituntut bisa multitasking, termasuk belajar sedikit-sedikit hal yang dikuasai oleh kaum adam ;)
      Biar tetep bisa jaga keamanan rumah secara mandiri ya! Semoga next bisa ketemu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *