Mengenal Jakarta Smart City Bersama Indonesia Corners

mengenal-jakarta-smart-city-bersama-indonesia-corner-by-heydeerahma
HeyDeeRahma.com – Mengenal Jakarta Smart City Bersama Indonesia Corners | 
Tepat akhir pekan kemarin (22/10), aku mendapatkan undangan jalan-jalan hore dari Indonesia Corners untuk ikutan tur yang disebut Jakarta Night Journey. Dalam tur ini, rencananya kami akan singgah di berbagai tempat wisata seru di Jakarta, diantaranya Balai Kota Jakarta, Kota Tua, dan Monas. 

Buat yang belom pernah denger tentang Indonesia Corner, aku cerita sedikit yah. Jadi, komunitas ini digagas oleh oleh Salman beserta dua alumni Newmont Bootcamp yang saya kenal baik: Bunda Evi dan Tante Donna. Tujuannya, supaya para pemilik blog travel ataupun blog umum yang memiliki kategori travel bisa memiliki wadah untuk bersosialisasi sekaligus bersama-sama mempromosikan pariwisata Indonesia. Keren yah!

Ini pertamakalinya juga saya ikutan keceriaan bareng Indonesia Corners. Bagiku secara personally, kemasan wisata dalam bentuk one day tour ini menarik banget. Nggak heran ya peserta yang ikutan mencapai angka 40an! Hmm.. Sepertinya mereka sama penasarannya seperti aku yang belum pernah naik ke puncak Monas dan mampir ke kantor gubernur Jakarta, Pak Ahok. 

***

Kesan Pertama Datang Ke Balai Kota Jakarta

konsep-jakarta-smart-city-indonesia-lifestyle-blogger

Wajib selfie nih! Mumpung lagi mampir ke ruang rapat gubernur :)

Sebagai orang awam yang jarang masuk ke gedung pemerintahan, sempat kepikiran sesampai di kantor gubernur alias Balai Kota Jakarta, saya pasti bakalan ngelewatin pemeriksaan yang super ketat persis seperti pengalaman saya datang ke kedutaan besar jepang. And then… Ternyata, saya salah besar, gaes! Sampai di depan gerbang Balai Kota Jakarta, tidak ada tuh pemeriksaan khusus semacam X-Ray yang harus aku lewati. Begitu juga ketika sampai di lobby

Tapi, perlu diperhatikan, walau nggak ada pemeriksaaan khusus di lobi, ada petugas yang standby menjaga di depan lobi. Nah, petugas ini sempet nyamperin aku karena aku kayak orang ilang kali ya celingak-celinguk nyariin dimana tim Indonesia Corners berada buat registrasi ulang. Hahaha.

Aku sempet jiper duluan loh gaes pas disamperin sama penjaga lobi–yang berpostur badan tegap lengkap dengan wajah galak ala ajudan gituParno bakal diresein dan ditanya macem-macem. Maklum deh gaes, aku masih trauma sama pelayanan pemerintahan jadul yang kurang helpful plus nggak ramah dulu pas nyobain apply beasiswa pemerintahan.

Tapi, lagi-lagi kesan itu juga ternyata salah besar! Bapak penjaga itu malah tersenyum ramah dan memberikan petunjuk tempat dimana tim Indonesia Corners standby nungguin para peserta ngumpul semua. Seketika luntur deh bayanganku tentang birokrasi pemerintahan yang kurang ramah, sekaligus bersyukur sepertinya sudah mulai ada perubahan lebih baik.

***

Udah Tahu Belum Ada Jakarta Smart City Lounge dan Wisata Balai Kota Jakarta?

Tepat pukul 1 siang WIB alias (Waktu Indonesia Bahagia), rombongan kami mulai visit ke destinasi pertama Jakarta Night Journey, yaitu Jakarta Smart City Lounge. Kesan pertama kali datang kesini, tjanggih banget, sist! Kalo kamu seneng nonton serial tivi NCIS dan sering lihat GIBBS ngecek data geolocation di layar super besar, nah kamu pun akan melihat hal yang sama di kantor Jakarta Smart City.

cara-naik-city-tour-bus-jakarta-indonesia-lifestyle-blogger

Memantau permasalahan ibukota dari sebuah layar besar yang ada di kantor Jakarta Smart City. Why not?

Apa itu Smart City?

Smart City merupakan sebuah penerapan kota cerdas yang memanfaatkan teknologi dan komunikasi sehingga pemerintah dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, cepat, dan efisien kepada masyarakat. Untuk mensukseskan konsep Jakarta Smart City, tentu membutuhkan partisipasi dari dua sisi, baik masyarakat maupun pemerintah dalam memberikan saran maupun kritik secara mudah melalui penyajian data yang berkaitan dengan data kependudukan, fasilitas publik, dan infrastruktur melalui aplikasi yang monitoring-nya dapat dicek secara transparan oleh publik.

Ada sebuah penelitian khusus yang disebut Cities in Motion Index (CIMI) sebagai index peringkat Smart City di seluruh dunia yang dirilis oleh The IESE Business School tahun 2015 berdasarkan kriteria teknologi, ekonomi, manajemen publik dan kemampuan untuk menarik bakat dari seluruh dunia. Melibatkan 135 kota di 55 negara, kemudian terpilih 10 kota yang dinobatkan sebagai Smart City, yaitu Tokyo, London, New York, Zurich, Paris, Geneva, Basel, Osaka, Seoul dan Oslo.

Mengapa Jakarta Harus Menjalankan Konsep Smart City?

Dengan berbagai permasalahan kota besar yang sudah “disesaki” lebih dari 10 juta warga, Jakarta memerlukan suatu sistem informasi khusus yang memberikan kemudahan integrasi data kepegawaian, kesehatan, kependudukan, pendidikan, bahkan monitoring lewat kamera pengawas cctv sehingga arus informasi tersebut bisa membantu pemerintah untuk melakukan filter terhadap prioritas dan penanganan masalah penduduk Jakarta secara lebih cepat dan efisien.

Sementara itu, for your information, selain di Jakarta, Smart City juga sudah dijalankan di kota Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Malang, loh! Ibaratnya, pemerintah udah menyediakan fasilitas, tinggal masyarakat deh yang ikut mendukung dengan cara mengirimkan saran dan kritik melalui platform yang tersedia. Misalnya, mau laporan ke Pemprov Jakarta, nah kita bisa langsung kirim datanya melalui aplikasi QLUE yang nantinya akan langsung masuk ke layar monitoring Jakarta Smart City. Dari laporan warga tersebut, kemudian akan muncul notifikasi agar dapat diselesaikan dengan cepat dengan aparat setempat.

Sederhananya, Smart City dijalankan dengan tujuan mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mengetahui, memahami, dan mengendalikan berbagai sumber daya di dalam kota dengan lebih efektif-efisien. Tujuannya apa? Ya tentunya untuk bisa memaksimalkan pelayanan publik, memberikan solusi penyelesaian masalah secara cepat dan efisien, serta mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

Bagaimana Jakarta Smart City Bekerja?

Dikelola oleh anak-anak muda smart Jakarta, aplikasi Jakarta Smart City ini mulai diluncurkan oleh Pemprov DKI Jakarta Desember 2014. Tujuannya agar pemerintah mudah memonitor keluhan masyarakat di tiap titik yang ada di Jakarta. Di luar eskpektasiku, setelah aku berkunjung ke Jakarta Smart City Lounge kemarin, ternyata aplikasi Jakarta Smart City ini nggak hanya membantu pemerintah Jakarta untuk menerima dan menyelesaikan laporan warga Jakarta saja, namun juga untuk memantau harga bahan pokok, harga tanah per meter di Jakarta, hingga melihat situasi jalanan ibukota lewat cctv! How cool is that, gaes?

Jadi, sekarang Pemprov DKI Jakarta sudah punya sistem yang terintegrasi nih untuk memantau kinerja aparat pemerintah maupun penyelesaian masalah warga. Nah, buat yang pengen tahu seperti apa tampilan Jakarta Smart City, langsung aja klik tautan ini. Kamu langsung bisa ngecek dan mantau kinerja pemerintah disana. Oya, untuk kelancaran program ini, ada dua aplikasi yang ikut berperan serta, yaitu Qlue dan Cepat Response Opini Publik (CROP). Bedanya, Qlue untuk warga, dan CROP untuk aparat pemerintah Jakarta (lurah dan camat), serta kepolisian.

qlue-aplikasi-berbasis-web-untuk-jakarta-smart-city

Nemu masalah pelayanan publik di sekitar lingkunganmu? Lapor aja ke pemerintah lewat Qlue!

Qlue ini cara kerjanya mirip kayak sosmed gitu, gaes. Disini kamu bisa ngadu apa aja tentang kejadian yang ada di sekitar kamu, seperti macet, banjir, penumpukkan sampah, jalan rusak, hingga ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Yang terakhir penting banget nih. Sering kan dapat broadcasting dari orang yang lagi urgent butuh pelayanan rumah sakit, tapi harus takes more time buat keliling nyari lagi akibat nggak dapat tempat tidur karena rumah sakit alasan penuh? So, I think nggak ada alasan lagi buat Jakarta jadi lebih baik, karena wadah udah ada, tinggal bantuin pemerintah buat partisipasi aktif di QLUE. Small act, will help more people!

Selain itu, Jakarta Smart City juga udah terhubung dengan aplikasi Zomato, Ragunan Zoo, Qraved, Traffi, GoFood, Info Pangan Jakarta, dan Waze. Kemudian, pemerintah juga berusaha melakukan pengawasan kinerja pembangunan dengan melengkapi kota Jakarta dengan 300 unit lebih kamera pengawas yang disebar di berbagai titik ibukota. Kamera pengawas ini juga digunakan untuk memantau area jalanan, sungai, maupun pemukiman. So, kalo kamu pejalan kaki kena macet di trotoar gara-gara motor pada ngeyel nyerobot, segera lambaikan tangan ke kamera yah! Hahaha.

***

By the way, daritadi cerita soal Jakarta Smart City mulu. Tapi, sebenernya kalian udah tahu belum kalo kita semua warga Indonesia, bisa bebas dateng langsung ke Jakarta Smart City Lounge GRATIS. Lokasinya masih di dalam kompleks Balai Kota Jakarta. So, buat kamu yang penasaran program ini sekaligus mau nyobain Wisata Balai Kota Jakarta buat kepoin suasana di kantor gubernur jakarta, buruan deh book your weekend schedule asap to visit them! Atau bisa juga pantau sosial media @IDCorners buat tur selanjutnya.

Menyusuri Ibukota Dengan Bis Jakarta City Tour

Serunya lagi, ternyata selesai dari Balai Kota Jakarta, kami lanjut pergi menyusuri Glodok – Kota Tua – Monas menggunakan bus Jakarta City Tour yang punya nama gaul #MpokSiti! Lalu, apa yang istimewa dari sebuah bus? Eits, bukan sembarang bus, tapi bus ini sebuah bus tingkat yang bisa membawa kami semua para peserta keliling wisata Jakarta GRATIS.

bus-city-tour-jakarta-naik-darimana-indonesia-lifestyle-blogger

Siapa yang udah pernah nyobain naik bus Jakarta City Tour?

Bus wisata jakarta ini diresmikan oleh Pak Jokowi sejak 2014, dan telah menjadi bagian dari program promosi wisata Indonesia. Dimanjakan dengan kesejukan ac serta kebersihan bis yang sangat terjaga, aku merasa sangat nyaman sekali dalam perjalanan bareng #MpokSiti. Apalagi bis Jakarta CIty Tour didampingi oleh tour guide yang turut bercerita tentang sejarah nama jalan dan landmark sepanjang rute yang kami lewati, yaitu Balai Kota Jakarta – Glodok – Kota Tua – Monas.

Jam Operasional

Senin-Sabtu: 09.00–19.00| Minggu: 12.00–19.00

Rute dan Halte Bus Jakarta City Tour

  • Senin-Jumat (9 halte): Halte Bundaran (HI) Hotel Indonesia – Halte Museum Nasional – Halte Pecenongan – Halte Pasar Baru – Halte Masjid Istiqlal – Halte Monas 1 – Halte Monas 2 – Halte Balai Kota – Halte Sarinah.
  • Sabtu-Minggu (5 halte): Halte Bundaran (HI) Hotel Indonesia – Halte Museum Nasional – Halte GKJ Sarinah – Halte Masjid Istiqlal (Monas 1) – Halte Balai Kota (Monas 2).

Buat kamu yang pengen kepoin info lengkap berkaitan dengan bis ini, monggo bisa follow Twitter @CityTourJakarta.

apa-itu-jakarta-smart-city-indonesia-lifestyle-blogger

Foto atas dan kiri bawah: Tiap akhir pekan Kota Tua selalu ramai, loh! Apalagi setelah adanya program revitalisasi dari pemerintah baru-baru ini. Foto kanan bawah: Wefie pake ponsel Asus di depan Landmark Gedung Kota Tua bareng Indonesia Corners. Jernih ya hasil kameranya!

jadwal-bus-wisata-keliling-jakarta-indonesia-lifestyle-blogger

Finally kesampaian juga naik ke puncak Monas! Yay!

Tips City Tour Nyaman dan Seru Ala HeyDeeRahma

Foto - Salut sama semangatnya Mas Fajrin yang rela berangkat dari Lampung khusus buat ikutan acara ini! Dibawain keripik pisang!

Duo bundo foto bareng sama Mas Fajrin yang jauh-jauh dateng dari Lampung buat ikutan Jakarta Night Journey!

Travelling memang nggak harus pergi ke lokasi yang jauh. Mengeksplor destinasi wisata yang ada di dalam kota pun akan menjadi salah satu kegiatan akhir pekan yang menyenangkan tanpa perlu mengeluarkan bujet yang besar. Tentu, piknik sesekali di akhir pekan bisa membantu diri agar lebih fresh dong ya!

Berikut tips ala Dee supaya agenda piknik akhir pekanmu lebih nyaman dan seru.

1. Perhatikan cuaca. Buat aku pribadi, kondisi cuaca bisa mempengaruhi mood untuk piknik. Males kan kalo harus hujan-hujan saat city tour? Untuk waktu terbaik, rencanakan piknikmu antara bulan Mei-Oktober karena kondisi cuaca cukup cerah.

2. Ajak teman. Nggak asik dong kalo piknik sendirian? Ajak teman, sahabat, pacar, atau keluargamu untuk ikutan Jakarta City Tour! Selain hemat, kamu juga bisa refreshing dengan cara yang berbeda tanpa harus ke mal tiap akhir pekan. Emang nggak bosen main ke mal terus?

3. Pastikan ponsel terisi baterai penuh. Momen liburan memang wajib diabadikan dalam sebuah foto. That’s why pastikan deh kamu udah nge-charge baterai ponsel kamu hingga penuh! Jangan sampai kehilangan kesempatan untuk menyimpan memori bahagia hanya karena ponselmu lowbat.

4. Bawa power bank. Nah, ini benda yang nggak bisa jauh dari traveller dan blogger macam aku. So, aku pasti selalu pastikan powerbank aku terisi penuh sebagai back up plan apabila baterai ponselku sudah mulai lowbat. Buat powerbank, aku bisa percayakan ke ZenPower Ultra yang punya kemampuan charging 1.75 kali lebih cepet dari powerbank umumnya. Hari gini mah urusan batre aja mesti gercep, biar nggak ketinggalan momen selfie dan live tweet! #eh #curhatbloggerbangetya

5. Pakai baju dan sepatu yang nyaman. Supaya nyaman, bisa pakai kaos dan celana agak longgar supaya kamu lebih fleksibel bergerak. Kalopun mau pakai celana jeans, diusahakan jangan yang terlalu ketat. Gunakan juga sepatu sneakers atau sendal tali untuk mewujudkan rencana piknik yang aman, bahagia, dan nyaman.

Oya, mumpung inget, aku mau sharing pengalamanku, berhubung kerjaanku sebagai lifestyle blogger menuntut aku untuk selalu update di sosmed, wajib mengambil gambar atau video, juga sekaligus editing, maka aku membutuhkan ponsel dengan RAM tinggi dan spek mumpuni supaya bisa membantu aku menyelesaikan tugas secara cepat dengan multitasking.

Dulu, sebelum ganti Asus Zenfone Selfie, aku tuh kesulitan buat melakukan semua hal tersebut sekaligus. Menderita banget deh, pake ponsel lamaku, baru buka 2 aplikasi aja udah ngehang! Hahaha. Pengalaman pribadi banget deh! Syukurlah, setelah tekun ngeblog aku pun punya rezeki lebih untuk upgrade ponsel yang lebih bagus untuk menunjang kinerjaku. Nah, sekarang ini aku punya rencana buat upgrade lagi ke ponsel yang hasil jepretan kameranya lebih detail, tajam, dan juga bisa tetep keliatan terang walaupun di ruangan dengan cahaya minim. 

review-blogger-heydeerahma-asus-zenfone-3-asus-zen-power-untuk-smart-traveller

Dua kombinasi gear sangar buat travelling: Asus Zenfone 3 dan Asus Zen Power Ultra yang saling melengkapi.

Setelah baca-baca review Asus Zenfone 3 di Google dan baca review dari seorang kawan blogger cantik disini, aku pun ikutan naksir sama hasil fotonya dan desain bodinya yang elegan! Yang paling penting sih, Asus Zenfone 3 ini lensanya udah dilengkapi sama Sapphire yang bikin lensa kamera Asus Zenfone 3 nggak bakal gampang kegores, terus baterainya awet dengan kapasitas 3000 mAh, sama storage memorinya besar buat nyimpen foto dan video!

Duhhhh, makin mupeng deh buat dibawa jalan-jalan. Cocok banget fitur-fitur ini buat aku yang doyan travelling ke Sumbawa, Lombok, Bali, dll. Doain ya, semoga aja nanti ada lomba blog yang hadiahnya bisa menang Asus Zenfone 3. Dijamin bakalan kepake banget buat aku take foto yang bagus pas travelling jauh ataupun pas ada event! Amin!

So, gimana setelah baca postinganku, sekarang udah siap dong Enjoy Jakarta?

Tulisan ini diikutsertakan dalam Jakarta Night Journey Blog Competition oleh Indonesia Corners yang di Sponsori oleh Asus Indonesia

PS: Kalo informasi ini berguna buat kamu, bantu aku untuk terus semangat berkarya lewat tulisan dengan cara klik salah satu tombol social media yang ada di bagian paling bawah situs blog aku ini. Dan jangan lupa share, subscribe, like sosial media aku yaaa!

See you on the next blogpost.

Love,

signforblog

Facebook | Twitter | Instagram | Migme 

Share this to your friends:

Dee Rahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

38 Comments

    • Ayo kang aip, kapan-kapan cobain mampir ke wisata balaikota juga :) Disana kita bisa lihat gimana para tim Jakarta Smart City mengelola Jakarta dengan bantuan sistem canggih bernama Jakarta Smart City. Bisa langsung dateng kesana kok buat tanya-tanya lebih detail :)

  1. Seru bangeeet acaranya, aku baca – baca juga nih di temen-temen yang ikut event ini. Keren nih Jakarta hehe, aku mau naik bis nyaaaaa tolooong :D

  2. wah ternyata acaranya seru banget ya Rahma. Waktu itu aku mau ikutan tapi gak bisa waktunya… semoga ada acara yang serupa dan aku bisa ikutan

    • waaah belum jodoh untuk halan-halan bareng kita kak oline.. iya seru banget acaranya, jadi ngerasain keliling naik bis tingkat pariwisata ala jakarta :)

  3. Ooh blogger yg cantik ini namanya rahma? Salam kenal ya. tulisannya lengkap!

  4. Jakarta bagus ya sekarang. Ya lumayan lah ada perubahan. Baru tahu Jakarta Smart City kayak gitu kerjanya. Selama ini baca-baca di berita aja tapi gak bener2 nyimak. Pas jalan-jalan kemarin aja baru meratiin.

    Terus bis kota wisatanya itu aduduuuh iri banget Jakarta punya kayak gitu. Di Bandung mah gak gratis euy. Bayar 800K jadi harus bawa rombongan biar bisa patungan. Heuheuheu….

    • Bandung juga sekarang makin nyaman. Semoga nanti banyak kota lain juga yang menerapkan program smart city demi kenyamanan warganya :)

  5. Lengkap banget ya, Dee. Segala ada tips pula. :D

    Nah, iya tuh. Saya juga awalnya udah jiper pas masuk ke Balai Kota. Eh, ternyata asyik banget! Duh, saya malah belum nulis apa-apa nih. Baru outline, padahal deadline sebentar lagi. :))

    • Tos! Ternyata bukan hanya saya saja ya merasakan hal serupa. Ayo semangat nulis biar banyak orang yang terinspirasi dengan pengalamanmu :)

  6. Wah seruuuu… aku slama ni cukup sering ngikutin perkembangan smart city di beberapa kota di Indonesia, karena kerjaan cukup sering nyentuh topik ini hehe.

  7. Reportasenya bagus..

    Menurut saya, kesuksesan Jakarta smart city tidak lepas dari peran marketingnya. Katakanlah seperti yang diulas mba Dee tentang Qlue dan CROP, sering banget tu iklannya beredar di radio2 ibukota.

    Sekarang orang pemda uda ngerti, biar deket dengan warga itu melalui smartphone. Karena kemana-mana orang bawa tu benda, dan kalo ngeluh tinggal pencet sana-sini.

    Kalo nggak salah Bandung dan Surabaya juga uda menerapkan ini. Bagus banget kalo diulas juga

    Salam

  8. udah gak bisa enjoy Jakarta saking udah bosennya liat busway tiap hari… :)))) Tp ya, sekarang seneng ya bisa masuk ke Balai Kota saat akhir pekan… Jd bisa melihat2 juga di dalam seperti apa :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *