Mau Bantu Atasi Macet di Jakarta? Cobain Layanan Nebeng Uberpool Yuk!

uberpool-hadir-di-indonesia

HeyDeeRahma.com – Mau Bantu Atasi Macet di Jakarta? Cobain Layanan Nebeng Uberpool Yuk! | Pertamakali aku mengetahui konsep mengenai car sharing/ride sharing/hitch dari sebuah komunitas bernama Nebengers yang seringkali eksis di linimasa Twitterku. Karena penasaran dengan konsepnya yang unik, aku pun sampai menyempatkan diri untuk ikutan gathering dan mengenal komunitas ini satu kali di Jakarta.

Bahkan, kakak perempuanku bercerita, ia adalah pengguna rutin dari car sharing yang diinisiasi oleh komunitas Nebengers ini. “Lumayan, untuk hemat ongkos, energi, dan waktu di jalan,” katanya.

Ya, sekitar 3-4 tahun lalu memang belum muncul aplikasi transportasi berbasis online, semacam Uber, Grab, dan Go-Car. Jadi, konsep semacam ini bagiku menjadi hal yang berbeda sekaligus solutif bagi kemacetan di Jakarta yang semakin parah dari hari ke hari. It’s great to be a bit radical and different to find the best solution for our traffic, right?

Ride Sharing, Dari Amerika ke Indonesia

sejarang-carpool-di-amerika-cobain-uberpool-di-indonesiaFYI, tren ride sharing ini awalnya muncul di Amerika antara tahun 1914 hingga 1918 yang disebabkan oleh krisis ekonomi setelah Perang Dunia I. Pada masa itu, beberapa pemilik mobil menawarkan tumpangan dengan bayaran lima sen untuk satu penumpang. Namun, hype ini tetiba mulai turun di tahun 1916 karena pemerintah Amerika menerapkan aturan ketat soal ride sharing yang disana lebih familiar dengan sebutan jitney. 

Muncul kembali tahun 1941-1945 saat Perang Dunia II, Pemerintah Amerika menghidupkan kembali tren car sharing dengan tujuan penghematan untuk mendukung perang AS yang membutuhkan cadangan minyak dan karet ban mobil cukup besar. Bekerjasama dengan asosiasi perusahaan minyak di Amerika, kampanye mulai digalakkan melalui poster-poster yang mengusung semangat patriotisme rakyat Amerika. Kemudian, tahun 1970, ride sharing kembali digunakan pemerintah Amerika sebagai kampanye untuk melawan krisis energi.

Istilah car sharing semakin terdengar seksi ketika tahun 2009 muncul Uber yang pada perkembangannya menjadi aplikasi pemesanan transportasi online pertama yang sangat populer di Amerika. Menariknya, walaupun lahir sejak 2009 di San Fransisco, Uber mengawali layanannya dengan UberBLACK, yang menyediakan driver sekaligus mobil sewaan mewah sebelum meluncurkan UberX, yang membuka kesempatan bagi semua pemilik mobil di Amerika untuk menyediakan tumpangan bagi pengguna aplikasi Uber lainnya.

Uberpool, Layanan Nebeng Mobil Paling Kekinian

Fast forward ke masa sekarang di kuartal kedua tahun 2016, aku pun kembali terkesima ketika muncul Uberpool, sebuah merupakan layanan terbaru dari Uber yang memberikan konsep persis dengan Nebengers, namun ditambah dengan sentuhan teknologi cutting edge melalui aplikasi Uber yang bisa diunduh di Google Play atau Apple Store (well, akhirnya Uber masuk ke market Indonesia tahun 2014!). 

Menurut data yang dirilis oleh Polda Metro Jaya, ada sekitar 6,000 kendaraan baru dan 25,7 juta perjalanan yang memenuhi jalanan ibukota setiap harinya dengan kecepatan rata-rata 9-12 km per jam. Dengan angka yang cukup fantastis tersebut, wajar saja kalau Jakarta makin terasa sesak, ramai, dan penuh dengan polusi udara yang memekakkan telinga para pejalan kaki ibukota. Apalagi kalau diperhatikan, ternyata kendaraan roda empat yang berseliweran di sepanjang jalan hanya membawa 1-2 penumpang saja dengan durasi perjalanan rata-rata 4 jam. Alamak! Makin macet lah Jakarta ini! Dampak buruknya mengintai sangat jelas: tingkat stres bertambah, produktifitas menurun, dan polusi makin parah.

Uberpool diluncurkan sejak Mei 2016 di Jakarta, yang kemudian memperluas lokasi penurunan perjalanan hingga Bekasi, Depok, Tangerang, Bogor. Namun perlu diperhatiin ya gaes, cuma lokasi penurunan aja yang meluas, sementara lokasi penjemputan tetap berada di Jakarta. Uberpool sendiri udah beroperasional di San Fransico, New York, Boston, Austin, Paris, dan Bangalore.

Kenapa harus ikutan pesen Uberpool?

layanan-nebeng-uberpool-jakarta

  • Hemat ongkos! Namanya juga ridesharing, jadi kita tuh bakal share tumpangan dan ongkos sama penumpang lain. Uberpool secara otomatis akan mencocokkan kamu dengan penumpang lain yang rute akhirnya sama dengan kamu. Nih ya aku kasih contoh biar kebayang… Aku pernah cobain Uberpool dari Yalla Kemang dengan tujuan ITC Permata Hijau. Drivernya dateng bawa penumpang A yang diangkut dari Pondok Labu. Kita sama-sama mau mengarah ke daerah Senayan. Bedanya si penumpang A itu ke Senayan City, aku ke ITC Permata Hijau. Jadi, drivernya dari Pondok Labu (jemput penumpang A), terus jalan ke Kemang (jemput aku), baru ke Senayan City (nge-drop penumpang A), dan ITC Permata Hijau nge-drop Cek video ini buat liat testimoni aku nyobain Uberpool pertama kali: (link youtube Dee).
  • Lebih banyak penumpang dalam satu mobil. Artinya: hemat ongkos, hemat bensin, hemat bayar tol, plus nambah temen baru! Oiya, hampir lupa, kamu bisa ajak maksimal 1 orang temen kamu ikut sama kamu kalo pesen Uberpool dari lokasi penjemputan yang sama.
  • Tarif flat. Biaya car sharing setiap penumpang yang nebeng di mobil Uberpool udah ditetepin sejak awal mereka pesan Uberpool. Kalo nggak dapet temen ride sharing, tetep cukup bayar sesuai dengan tarif flat yang udah muncul di layar pas awal pesen Uberpool.
  • Salah satu alternatif untuk berhemat ketika surge yang tinggi. Ada cerita dari seorang penumpang yang bareng sama saya di Uberpool, dia terpaksa pesen Uberpool karena pakai UberX di jam-jam padet sore hari kena surge tinggi!
  • Membantu kurangi macet. Tiap hari ngeluh terus soal macet, tapi nggak ngelakuin sesuatu buat mengurangi macet! Pergi ke laut aja, jek! Nyobain konsep ride sharing Uberpool artinya kamu udah melakukan langkah kecil untuk mengurangi kemacetan, menghemat BBM, dan polusi di Jakarta. Bangga kan jadi bagian movement keren ini bareng Uberpool?
pengalaman-berbagi-tumpangan-uberpool-di-indonesia

Gile, hematnya bisa sampai 50% gini kalo pake Uberpool dibandingkan dengan pake UberX

Susah nggak kalo mau pesen Uberpool?

Nggak sih, sama aja kayak pesen UberX atau UberBlack. Bedanya, kalo kedua layanan Uber tersebut kamu bisa mengubah lokasi tujuan setelah melakukan permintaan perjalanan, sementara Uberpool tidak bisa. Jadi kalo pake Uberpool, kamu cuma bisa pilih satu arah tujuan, misalnya ke Senayan City, dan sekali lagi perlu diperhatiin nih: di tengah perjalanan kamu nggak bisa ngubah lokasi tujuan dari Senayan City jadi Gandaria City.

pengalaman-cobain-layanan-nebang-uberpool-di-jakarta

pengalaman-cobain-uberpool-di-jakartaBegini step by step mesen Uberpool:

  1. Buka aplikasi Uber. Pilih UberX. Masukkan lokasi penjemputan, tujuan, dan cara pembayaran.
  2. Muncul pilihan layanan uberPOOL di aplikasi dan lakukan pemesanan UberPool. Setelah pemesanan dilakukan, akan muncul informasi biaya perjalanan penggunaan Uberpool. Tarif yang berlaku adalah tarif flat. Informasi pengemudi (nama, foto, detail mobil) akan ditampilkan.
  3. UberPOOL secara otomatis memasangkan kamu dengan penumpang lain yang punya rute searah. Kalo pengalaman aku kemarin nyobain UberPOOL, saat driver datang menjemput, sudah ada penumpang lain di mobil. Kamu juga bisa lihat di layar ponsel kamu, penumpang mana duluan yang akan dijemput.
  4. Di akhir perjalanan, kamu akan menerima tanda terima via e-mail seperti biasa.

Hal yang perlu diperhatikan kalo pesan Uberpool

  1. Perhatikan jumlah barang bawaan ketika nebeng Uberpool. Maksudnya gini, kalo pesen Uberpool kita kan satu mobil dengan penumpang lain. Buat jaga-jaga, kalo kamu pergi mengarah ke bandara, bawa kopernya jangan kebanyakan. Pikirin juga jumlah barang bawaan yang bakal dibawa sama penumpang lain.
  2. Gunakan Uberpool saat waktu perjalanan kamu cukup longgar karena dalam perjalanan kamu akan menjemput dan mengantar penumpang lainnya, which is waktu perjalanan yang dibutuhkan akan lebih panjang daripada menggunakan UberX.
  3. Nama penumpang yang satu rute perjalanan dengan kamu dan siapa yang akan dijemput pertama akan muncul di layar ponsel saat kamu melakukan order permintaan perjalanan.
  4. Usahakan jangan ngebatalin perjalanan kalo udah sukses pesen Uberpool karena kamu bakal kena denda IDR30.000.
  5. Nggak semua orang nyaman ngobrol dengan penumpang lainnya–which is the stranger. Jadi, kalo penumpang lain yang berbagi seat sama kamu kelihatan lagi nggak mau diajak ngobrol, lihat situasi juga, gaes!
  6. Karena baru launching, belum semuanya ngeh cara kerja Uberpool. Jadi, wajar aja kalo masih ada yang kaget atau penumpang menolak untuk disandingkan dengan penumpang lain yang mereka nggak kenal. Ini sih menurut cerita driver Uberpool yang sempet aku tebengin yaa. 

Ini video yang aku buat saat perjalanan dengan Uberpool telah selesai

Nah, semoga review aku based pengalaman ini cukup ngebantu kamu yang lagi mau nyobain Uberpool. FYI, Uberpool saat ini baru tersedia di Jakarta, tapi nggak nutup kemungkinan bakal ada di kota-kota besar, seperti Bandung, Jogja, Surabaya, dan Bali.

PS : Gunakan kode TEMANPOOLJKT untuk mendapatkan diskon 50% bagi pengguna yang pertamakali memesan Uberpool (berlaku sd 3 Juli 2016). ATAU gunakan kode DESHINTAD3UE untuk mendapatkan PERJALANAN GRATIS dengan UberX.

See you on the next blogpost.

Stay awesome and wear your best smile!

Love,

signforblogFacebook | Twitter | Instagram | Migme 

Dee Rahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

20 Comments

  1. Kalau pake uber pool, kalau ada biaya tol, berarti sharing dengan penumpang lainnya begitu ya?

  2. Lah, di kotaku kok blum dijadwal buat diadain? UberPool & UberX bakal jadi alternatif segar nih disamping pilihan transportasi yg sudah ada

  3. wah ada lagi model baru ya? :D
    sebenarnya ini mirip2 kayak jasa joki 3 in 1 ya kak, tapi dibikin lebih santun dan lebih cakep hehe

  4. Konsepnya menarik. Sayangnya tiap daftar Uber harus masukin data kartu kredit, jadi yang nggak punya kartu kredit mental. Padahal Uber sudah terima pembayaran cash. Tentu ada pertimbangan sih ya soal kebijakan ini yang tentu ujung-ujungnya buat kenyamanan penumpang juga. Cuma selama belum punya kartu kredit gak bisa nyobain Uber deh, hahaha…

    • Pake fitur UberFamily aja, jadi dalam satu keluarga, bisa satu sumber kartu kredit untuk lakukan pembayaran anggota keluarga lainnya :)

    • Yap, lebih hemat Uberpool dibandingkan UberX :)
      Ah, aku pun berharap Uberpool tersedia di kota-kota wisata lainnya di Indonesia..

      Btw, aku mampir ke blogmu kok nda bisa komen ya, Agung?

    • Iya, kalo buru-buru, mendingan UberX aja..
      Cocok juga nih buat traveller yang mampir ke negara-negara yang udah tersedia Uberpool.
      Biar bisa kenalan sama warga lokal dengan cara yang ga biasa :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *