Kocok Uncut! Review : Beragam Gaya Arisan Wanita Urban

Buku ini memang sudah terbit sejak lama, namun saya baru bisa membagikannya di blog personal saya ini. Kocok Uncut! Review adalah sebuah buku popular yang membahas tentang kehidupan para perempuan yang gemar ikut arisan di kota-kota besar yang ada di Indonesia, terutama Jakarta. Arisan sendiri, memiliki makna sebagai sekelompok orang (kebanyakan perempuan), yang berkumpul dalam periode tertentu untuk mengumpulkan sejumlah uang yang nantinya akan dikocok untuk menentukan urutan pemenang arisan. Setiap nama yang keluar akan berurutan mendapatkan uang yang dikumpulkan melalui acara arisan sampai periode arisan berakhir.

Awal ketertarikan saya membaca buku ini bermula dari penemuan buku dengan ilustrasi keren dari rak buku kakak perempuan saya. Sampul buku yang memiliki warna dominan merah muda, serta ilustrasi tingkah pola perempuan arisan yang heboh, centil, namun tetap cantik mempesona membuat saya tergoda untuk membaca buku ini dari lembar pertama hingga lembar terakhir. Memang, di Indonesia, arisan bisa terjadi di kota besar maupun pedesaan, namun dalam buku ini, cerita para perempuan urban yang rutin mengikuti kegiatan arisan berhasil membuat siapapun yang membaca akan merasa kagum ataupun menggelengkan kepala tanda heran.

Lucunya, di buku ini, kamu juga bisa mengetahui istilah-istilah dalam arisan perempuan urban khas sosialita, gaya berbusana wajib mereka, dan bagaimana keseruan mereka selama arisan berlangsung. Udah kebayang kan gimana hebohnya mereka saat berkumpul di arisan? Arisan juga menjadi sebuah ajang untuk menyalurkan ide kreatif para pelaku yang terlibat di dalamnya, entah untuk berbisnis, narsis, berdandan ala diva, ataupun sebagai kesempatan bagi para social climber untuk mencari pamor. 

kocok-uncut

Ditulis oleh Joy Roesma dan Nadia Mulya, buku ini diterbitkan pertama kali tahun 2013, setebal 454 lembar. Ya, terkesan memang sangat tebal memang untuk seukuran buku populer seperti Kocok Uncut Review. Tapi, saat membaca, kamu akan merasa penasaran membaca setiap lembarnya dengan tulisan kedua penulis ini yang begitu mengalir sekaligus menghibur. Dari buku ini, saya juga lebih tahu bagaimana dunia unik di balik keriuhan sosialita ini. Siapa sangka jika sosialita bisa dijadikan pekerjaan utama seorang perempuan? Sangat mungkin, kalau kamu ada kesempatan ikut arisan, kamu bisa diberikan sebuah kartu nama profesional oleh seorang sosialita yang kamu kenal.

Ponsel terbaru dan social media instagram juga nggak luput sebagai wadah narsisme mereka. Berbagai pose dilakukan setiap kamera membidik para sosialita yang gemar tampil ini. Whatever makes they feel like a model, they will do it! Bahkan, gaya cicak menempel di dinding dan gaya striper pun dilakukan juga. Oya, mereka juga nggak lupa dalam setiap foto harus memakai barang-barang branded dan dandanan yang serba hits! Fotografer khusus yang handal memotret model pun akan selalu menemani dalam setiap acara arisan yang mereka gelar.

Cerita underground arisan berondong yang juicy juga dibahas lho disini, selain arisan dollar, berlian, emas sebagai perkembangan gaya hidup para perempuan urban di ibukota. Makin penasaran kan? Tapi di balik semua cerita yang saya tulis disini, menurut pandangan saya, yang paling penting adalah arisan bisa dijadikan sebagai wadah positif untuk perkembangan diri dan nggak bikin rugi oranglain. Setuju?

 

Love,

signforblog

Facebook | Twitter | Instagram | Migme

Share this to your friends:

Dee Rahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *