Inilah Kisah Kehidupan Masyarakat Di Sekitar Lingkar Tambang Newmont

Selesai mempelajari proses pengolahan tambang, selanjutnya kami memiliki agenda untuk menyusuri pengalaman berinteraksi dengan warga lokal serta mengetahui aktifitas-aktifitas ekonomi di sekitar lingkar tambang.

newmont-bootcamp

Briefing dulu yuk sebelum sharing pengalaman di SMAN 1 Sekongkang.

newmont-bootcamp

Gantian Pak @angtekkhun storytelling di kelas SMAN 1 Sekongkang.

Sebelum memulai sesi sharing, setiap siswa SMAN 1 Sekongkang menuliskan impian dan cita-citanya.

Sebelum memulai sesi sharing, setiap siswa SMAN 1 Sekongkang menuliskan impian dan cita-citanya.

Senang sekali bisa berbagi pengalaman dengan adik-adik SMAN 1 Sekongkang. Rasanya ingin melanjutkan obrolan dengan mereka lebih lama. Namun, masih banyak agenda yang harus diselesaikan ke destinasi selanjutnya, yaitu ke Perkebunan Jeruk dan Hutan Wisata Lawar.

newmont-bootcamp

kebon-jeruk-newmont-bootcamp

Kami mampir ke Kebon Jeruk yg dikelola Pak Miskun. Kebon ini bs memproduksi 17 ton per tahun.

newmont-bootcamp

Hutan Wisata Lawar ini memiliki lahan 15 Ha. Namun, br dimanfaatkan 5 Ha utk wisata.

Kami pun menyempatkan diri mengobrol dengan warga sekitar. Dari kegiatan ini kami berdiskusi banyak hal, mulai dari kondisi ekonomi masyarakat, tentang pendidikan, serta dampak setelah adanya PT. NNT. Rupanya, pembangunan di bidang pendidikan memang harus lebih ditingkatkan agar bisa menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki daya unggul. Dari segi sosial ekonomi, masyarakat lokal juga memerlukan pengetahuan cara mengelola keuangan agar menjadi lebih produktif. Karena bagaimanapun, keberlangsungan ekonomi secara jangka panjang perlu dipikirkan agar saat PT. NNT sudah tidak beroperasional, masyarakat masih bisa bertahan tanpa terlalu bergantung kepada PT. NNT. Mungkin perlu juga dipikirkan untuk punya creative hub bagi anak-anak muda kreatif yang memiliki ide pengembangan desa melalui cara wirausaha ataupun pelatihan-pelatihan yang ditujukan bagi anak-anak muda sehingga mereka punya skill lain yang sesuai dengan minat masing-masing, misalnya pelatihan desain grafis, internet marketing, blogging, dll.

***

Rasanya waktu 2 hari sangatlah singkat untuk memahami kehidupan sekitar. Kami pun harus berpamitan dengan Ibu Lisa yang telah ramah menerima dan menampung kami sebagai tamu di Desa Kemuning.

newmont-bootcamp

2 hari terakhir,kami menginap di rmh Ibu Lisa di Kemuning,Kec.Sekongkang.Terimakasih byk Ibu Lisa!

sekongkang-nusa-tenggara-newmont-bootcamp

Suasana di Kemuning, Kec. Sekongkang. Jalanannya sepi, tp infrastruktur jalan udah bagus.

Sedih harus berpisah, namun kami sudah saling menyimpan kontak Facebook untuk tetap menjalin silahturahim. Pagi-pagi, kami berpamitan dengan warga Desa Kemuning untuk beranjak ke destinasi kami yang lain, Comdev Center PT.NNT. Dulunya, lokasi yang kini dijadikan Comdev Center PT. NNT ini adalah lokasi dengan tanah yang tandus dan berbatu. Namun, setelah dikelola oleh NNT, berbagai macam buah-buahan, seperti buah naga, kelengkeng, sirsak tumbuh subur disini. Masyarakat pun bisa meminta bibit-bibit tanaman ini secara gratis dan mendapatkan pelatihan pengembangan tanaman dengan didampingi oleh tim Comdev. Selain bibit, Comdev juga mengelola biogas dan pupuk kompos.

Comdev Center ini punya lahan 2 Ha.

newmont-bootcamp

Tempat pengelolaan biogas di Comdev Center PT. NNT.

***

Banyak sekali hal menarik yang kami dapatkan selama Bootcamp. Kami juga mendapatkan kesempatan mengunjungi Bank Sampah Lakmus, dimana sampah anorganik yang diperoleh dari warga dapat ditukarkan dengan uang sebagai tabungan. BankSampahLakmus ini didirikan dengan tujuan untuk mengurangi dampak negatif sampah. Apabila nasabahnya ingin menyetorkan lebih dari 35 kg atau volume lebih dari 2 karung, BSL menyediakan layanan penjemputan sampah dari rumah nasabahnya.

newmont-bootcamp

Bank Sampah didirikan sejak 12.12.2012 oleh Lembaga Aliansi Kesehatan Masyarakat.

newmont-bootcamp

Inilah bentuk buku tabungan BSL. Kini, Bank Sampah Lakmus sudah memiliki 710 nasabah dengan beragam Jenis tabungan, seperti reguler, pendidikan, dan lebaran. Bisa diambil sesuai momen tersebut.

newmont-bootcamp

Baru saja datang sebuah truck untuk drop-off sampah yang dijemput dari rumah nasabah.

***

Matahari menampakkan dirinya begitu dekat ke kami. Panas terasa, kami mulai berkeringat. Softdrink dan air mineral dingin yang disediakan panitia terasa seperti sebuah air terjun di tengah padang pasir. Sentra coconet dan Sentra VCO, akan menjadi destinasi kami selanjutnya. Coconet ini digunakan sebagai jaring pelapis yang akan dipakai dalam proses reklamasi. Dulunya, PT. NNT sulit menemukan bahan baku coconet di Sumbawa, dan harus membeli dari luar pulau. Namun, dengan adanya sentra coconet ini, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan tambangan dengan pemasaran coconet langsung ke PT. NNT. Sedangkan, sentra VCO dibentuk karena melihat potensi alam di Kabupaten Jereweh yang memiliki sumber daya kelapa berlimpah.

newmont-bootcamp

Sentra coconet ini memiliki 52 orang pegawai yang dibagi dalam beberapa shift. Apabila bisa bekerja maksimal, maka gaji perorangnya bisa mencapai hingga 3 juta rupiah.

newmont-bootcamp

Jaring-jaring coconet yang sudah siap jual.

newmont-bootcamp

Pengolahan VCO ini baru berdiri sejak Januari 2016. Setiap liter VCO yang dihasilkan dijual seharga Rp60.000.

newmont-bootcamp

Ibu Lily, satu-satunya wanita yang ikut pelatihan. Dari 3 kelompok yang ada (total 15 orang), bisa menghasilkan 26 liter VCO (Virgin Coconut Oil) dalam waktu seminggu.

Hasil VCO dipasarkan ke Ocean Fresh, sebuah perusahaan kosmetik yang membutuhkan bahan baku VCO. Semua warga di sekitar sentra VCO bisa ikut serta mengikuti pelatihan pembuatan VCO. Namun, saat ini tercatat sudah ada 3 kelompok dengan anggota sebanyak 5 orang per kelompok dengan pengadaan alat dan bahan baku yang dibantu oleh PT. NNT. Dari 150-200 kelapa sebagai bahan baku, per kelompok bisa menghasilkan 5 liter VCO atau 26 liter seminggu.

***

Perjalanan ke Desa Kertasari sangat berkesan. Disini, kami bisa menemukan produsen kain tenun serta rumput laut. Deretan rumah panggung asli warga juga membuat saya pribadi terpukau. Menarik memang, mengenal budaya asli lokal di tempat yang baru pertama kali saya kunjungi.

newmont-bootcamp

newmont-bootcamp

Pengen tahu lihat proses bikin kain tenun? Mampir ke Desa Kertasari, Kec. Taliwang yuk!

newmont-bootcamp

Ini salah satu contoh produk akhir tenun yang dihasilkan oleh ibu-ibu warga Desa Kertasari.

newmont-bootcamp

Karya kerajinan tangan yang dihasilkan oleh warga lokal Desa Kertasari.

***

newmont-bootcamp

Mengakhiri perjalanan dengan mampir ke penangkaran tukik di Pantai Maluk.

Saya merasakan bagaimana Nemwont benar-benar meresapi Sustainable Mining dengan cara melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar lingkar tambang, baik secara langsung maupun dengan bentuk bantuan dana operasional. Tak hanya fokus kepada bisnis semata, Newmont juga berusaha melakukan give back dengan beragam cara hingga menggelontorkan dana 48juta USD untuk mengembangkan desa di wilayah Maluk, Jereweh, dan Kertasari. Fasilitas dibangun, jalan diperbaiki, siswa berprestasi diberikan beasiswa, dibangunnya kemandirian ekonomi masyarakat lokal dengan membangun bisnis-bisnis kecil baru. Sayangnya, dengan kemudahan bantuan dana dan pembangunan dari NNT, masyarakat jadi terlalu bergantung kepada NNT.

Love,

signforblog

Facebook | Twitter | Instagram | Migme

Share this to your friends:

Dee Rahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

11 Comments

    • Ya, semoga.. Karena dengan begitu, makin banyak masyarakat lokal yang bisa diberdayakan dan peluang pekerjaan bertambah :)

  1. Wah seru ya mbak perjalanan dan pelatihannya? Btw itu minyak kelapanya dijual kemanakah? Apa tdk ada industri yg memproduksinya secara massal dsana? TFS :)

    • Minyaknya dijual ke pabrik kosmetik yg nanti akan digunakan sbg bahan dasar untuk membuat kosmetik :)

      Disana bahan baku melimpah, namun belum ada industri yg mengelola minyak kelapa ini secara massal.

    • Disana tenunnya bagus-bagus deh, warna warni dengan motif yang beragam. Semoga next bisa gantian mampir ke Sumbawa yaaa ;)

    • iyes, coba kalo bank sampah ini juga diaplikasikan di kota-kota lain seluruh indonesia, pasti dampak positifnya bisa dirasakan masyarakat lebih luas lagi ya ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *