(Hotel Review) Staycation di Pop Hotel Pasar Baru

review-pop-pasar-baru-jakarta

HeyDeeRahma.com – (Hotel Review) Staycation di Pop Hotel Pasar Baru | Staycation. Seketika istilah ini muncul beberapa tahun belakangan. Did you know, gaes? Tren staycation awalnya bermula dari krisis ekonomi di Amerika antara tahun 2007 hingga 2010 untuk menyiasati agenda liburan yang seru namun juga tetap hemat.

Tren ini kemudian berkembang ke seluruh dunia. Bermakna liburan singkat di dalam kota, staycation kini menjadi alternatif bagi para Jakartans yang ingin sejenak menepi dari padatnya rutinitas harian dengan tujuan merasakan suasana yang baru tanpa harus bermacet-macetan atau keluar biaya besar untuk liburan keluar kota.

Aku pun juga gemar melakukan staycation di sela-sela kesibukan pekerjaan. Menyenangkan bisa doing nothing di hotel, merasakan experience baru, atau sekedar mencari tempat yang lebih tenang untuk menyelesaikan draft tulisan blog yang sudah menumpuk. Well.. Whatever staycation goals you do, yang pasti staycation cocok buat para Jakartans (termasuk aku) yang ingin liburan praktis, ekonomis, dalam waktu singkat untuk refreshing dan mencari suasana baru.

Heritage Walk Pasar Baru

pop-hotel-pasarbaru

Minggu lalu, aku mendapatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman staycation di Pop Pasar Baru. Berada dibawah naungan manajemen Tauzia Hotels, POP Pasar Baru dibuka untuk publik sejak 26 Juli 2016 untuk market budget hotel di Jakarta. Uniknya, acara staycation bersama POP Pasar Baru diawali dengan kegiatan Heritage Walk ke tempat-tempat wisata heritage yang ada di sekitar Pasar Baru: Gereja Pniel (Gereja Ayam), Pasar Atom & Vihara Sin Tek Bio, Bakmi Gang Kelinci, Rumah Mayor Tio Tek Ho, Galeri Foto Jurnalistis ANTARA, Mesjid Istiqlal, dan Pantjoran Tea House.

Gereja Ayam (Gereja Pniel)

Dengan tampilan bangunan khas Belanda, Gereja Ayam cukup mencolok diantara gedung-gedung yang berada di sekitar area Pasar Baru. Dominasi warna putih susu dan cokelat menghiasi sudut-sudut Gereja Ayam. Bangunan ini sudah berdiri sejak tahun 1856 dengan ciri khas petunjuk arah angin berbentuk ayam. By the way, jangan dibayangin seperti Gereja Ayam-nya film AADC dimana Rangga dan Cinta! Beda cuy!

Pasar Atom & Vihara Sin Tek Bio

Berjalan kaki sekitar 10 menit dari Pasar Baru, kamu bisa menemukan Vihara Sin Tek Bio yang berada dengan satu kompleks Pasar Atom. Dibangun tahun 1698, vihara ini dulunya termasuk daerah pedalaman yang berada 5 km dari dalam tembok kota Batavia. Sampai sekarang, Vihara Sin Tek Bio masih menyimpan beragam patung-patung bersejarah yang ada sejak abad ke-17.

Gang Kelinci

Mungkin kamu sering mendengar nama Bakmi Gang Kelinci, namun tahukah kamu bahwa bakmi ini awalnya didirikan oleh seorang pengusaha kuliner gerobak bernama Hadi Sukiman sejak tahun 1962? Selain Bakmi Gang Kelinci, di area ini juga terdapat Bakmi Aboen yang menjual makanan non-halal.

Rumah Mayor Tio Tek Ho

Bangunan ini memang terlihat seperti toko biasa dari luar, namun siapa sangka ternyata dibaliknya terdapat cerita sejarah yang cukup panjang. Terkenal sebagai Toko Kompak, Rumah Mayor Tio Tek Ho dibangun sejak abad ke-19 dengan percampuran gaya arsitektur pecinan dan eropa. FYI, Mayor Tio Tek Ho adalah seorang mayor di Batavia sekitar tahun 1896 hingga 1908 yang lokasinya ada di jejeran pertokoan yang ada di Pasar Baru.

Galeri Foto Jurnalistis ANTARA

Dari luar, penampilan gedung ini memang sudah terlihat artistik. Sebagai pusat aktifitas jurnalistik di zaman Belanda, Kantor Berita Antara memiliki sisa-sisa cerita sejarah berupa peninggalan alat-alat jurnalistik mulai dari masa Hindia Belanda hingga sekarang. Buat kamu pecinta seni, disini kamu juga bisa menikmati lukisan di area galeri.

Mesjid Istiqlal

Berdiri tahun 1961, Istiqlal adalah masjid terbesar ketiga di dunia yang memiliki daya tampung hingga 61.000 orang jamaah. Bangunan ini ternyata juga menyimpan filosofi menarik mengenai kemerdekaan RI dan Islam. Memiliki arti “Merdeka”, Mesjid Istiqlal didirikan sebagai simbol perayaan kemerdekaan RI pada waktu itu, serta melambangkan toleransi beragama di Indonesia karena letaknya berdampingan dengan Gereja Katedral.

Pantjoran Tea House

Restoran ini merupakan restorasi dari bangunan Apotik Chung Hwa. Dulunya, bangunan ini ditinggali oleh Kapitan Gan Djie yang selalu rutin memberikan delapan teko teh di depan rumahnya untuk bisa dinikmati bagi orang yang lalu lalang di depan rumahnya, terutama para pedagang, pelancong, dan orang-orang yang menumpang berteduh disana. Kini, Apotik Chung Hwa berubah menjadi rumah teh bernama Pantjoran Tea House. Bagi yang suka tempat nongkrong dengan suasana vintage ala Pecinan, coba deh sempetin main kesini pas weekend!

Pengalaman Staycation di POP Pasar Baru

harga-pop-hotel-pasar-baru

Acara makan malam dan minum teh di Pantjoran Tea House menutup aktifitas Heritage Walk kami menyusuri daerah Pasar Baru dan sekitarnya. Setelah itu, aku kembali ke hotel dan mulai merasakan pengalaman staycation di POP Pasar Baru yang sebenarnya. Here’s my review and recommendation for you, gaes: 

review-menginap-pop-pasar-baru

PRO

All-in-one staycation agenda

Buat yang suka staycation sambil wisata belanja, wisata kuliner, atau wisata sejarah, POP Pasar Baru bisa jadi alternatif penginapan yang tepat karena untuk mencapai lokasi-lokasi wisata sejarah yang aku sebutin sebelumnya, kamu bisa tempuh dengan cara jalan kaki. It’s perfect for affordable city tour!

Kamar luas, kasur nyaman, bisa buat bertiga cuy!

Yang aku suka dari kamar POP Pasar Baru: ada window seat-nya gitu di deket jendela. Asik banget kalo buat sambil ngetik artikel blog dan memandang masa depan dari jendela itu. Tsaaaaaah! Lalu, dari jendela kamar aku juga keliatan gerbang belakang Pasar Baru dan Gereja Ayam. Epic banget, gaes!

No smoker allowed

Aku juga seneng ketika di dekat lift adalah tulisan gede yang ditempel manajemen POP Pasar Baru yang dengan tegas mengatakan akan memberikan denda bagi siapapun yang merokok di area koridor atau kamar hotel sebesar Rp500.000,-. Ini hal simple sih yang menurut aku penting, karena aku paling nggak tahan bau asap rokok. 

Laper tengah malem? Tenang, ada Pit Stop!

POP Pasar Baru merupakan cabang ke-19 dengan konsep yang beda dengan POP Hotel lainnya. Disini, aku ngerasain banget suasana homey dan lobby yang lebih mirip seperti café lounge bikin aku betah lama-lama disini. Kalo laper ya tinggal beli berbagai makanan dan cemilan di Pit Stop anytime you want, karena buka 24 jam.

CONS

  • Pas aku nongkrong di lobi sebelah kiri dari pintu masuk POP Pasar Baru, kerasa nyamuk-nyamuk berterbangan disitu. Mungkin manajemen boleh memperhatikan juga ya soal hal ini.

Fact Sheet POP Pasar Baru

csr-pop-hotel-pasar-baru

  • Tauzia Hotels adalah manajemen yang menghandle jaringan hotel HARRIS, POP, dan YELLO.
  • POP Pasar Baru memiliki 105 kamar yang disebut dengan POP Rooms. Bed dengan tipe queen cuma ada di lantai 1, sementara itu, bed tipe king ada di lantai 2 hingga 8.
  • Tauzia Hotels punya program CSR “Equal Chance” yang mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu.

Last not but least, kalo kamu mau nyobain pengalaman staycation di POP Pasar Baru, masih ada promo dengan harga pop pasar baru Rp289.000/malam tuh sampai bulan September 2016, bilang aja tau dari Lifestyle Blogger heydeerahma.com!

POP! Hotel Pasar Baru Jakarta

Jln. KH.Samanhudi No 17-19 Pasar Baru-Sawah Besar Jakarta Pusat
Phone: +62 21 2945 9145

E-mail: info-pop-pasarbaru@tauzia.com

Website: http://www.pophotels.com/

 —

Stay wear your best smile, gaes!

Love,

signforblog

Facebook | Twitter | Instagram | Migme

Note: Thanks to Yoz for inviting me to this exciting Heritage Tour. All of this writing based on my honest review and experiences.

 

Share this to your friends:

heydeerahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

16 Comments

  1. Kebetulan saya mau merencanakan menginap disana sama teman-teman.. mau tanya aja posisinya tuh dimana ya? Disebelah apa gitu? Hehe trima kasih :)

    • Wah, serunya bisa staycation bareng sama teman-teman. Nginap disini bisa buat 3 orang loh, soalnya selain Queen Bed juga ada Window Seat yang juga bisa dipakai untuk istirahat. Kalo posisi hotelnya berada tepat disebrang Gereja Ayam di dekat Pintu Masuk Pasar Baru yang bagian belakang.

  2. aku lgs tertarik nginep sini cuma krn baca bakmi gang kelinci deket dr hotel ini ^o^.. hahaha soalnya sampe skr ga nemu2 tuh bakmi mbak… yg ada juga kita malah nemuin produk KW nya, yg namanya dibikin mirip2 -__-..

    coba ah ntr nginep sesekali di sana :)

  3. Wow . . . berasa ya. Jadi kepengen ngedraf di pinggir jendela
    Jendela hatimu . . .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *