11 Kegiatan Seru Yang Bisa Dilakukan Saat Travelling Ke Palembang

Berbekal rasa penasaran untuk mencicipi langsung rasa Pempek di kota asalnya, berangkatlah aku kesana dengan rencana tinggal 3 malam 2 hari #guemahgituorangnya. Tambah lagi, Palembang jadi destinasi Asian Games 2018 nanti bersama dengan Jakarta. Rasanya ingin tahu sedikit, seperti apa persiapan kota Palembang sebagai kota yang akan menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games 2018 yang megah. Aku juga mendengar dari media-media online kalo Palembang membangun sebuah lintasan LRT modern untuk menyambut ribuan atlit yang akan singgah di Palembang saat pagelaran akbar ini. Makin penasaran!

 

Okeh, berhubung aku kalo udah penasaran jadinya kebayang terus, daripada penasaran mulu, langsung aja deh aku cusss berangkat ke Palembang! Lagian 3 hari 2 malam itu pas lah yaaa buat eksplor kota yang lagi berkembang ini. Cucok lah kota ini sebagai destinasi wisata buat kamu yang masih bingung long weekend kemana. Jumat malam pulang ngantor langsung ke bandara menuju Palembang, terus Minggu malam sudah kembali ke Jakarta buat persiapan Senin masuk kantor deh! Mayan khaaaaan buat refreshing sejenak dari ibukota Jekardah! *wink wink* ;)

Nah, seperti biasa setiap habis trip aku selalu sharing di blog atau instagram apa sih kegiatan seru yang bisa dilakukan di kota yang sudah pernah aku kunjungi, biar ada catatan kenangannya juga hehehe.. Siapa tahu juga dengan aku menulis pengalaman ini, bisa ngebantu weekend traveller yang nggak sempet buat riset sana sini ya khaaan, jadi mending baca blog HeyDeeRahma.com aja.. Ada informasi lengkap 11 kegiatan seru yang bisa dilakukan saat travelling ke Palembang!

1) Jalan Sore di Sekitar Patung Ikan Belida dan Benteng Kuto Besak

Wisata patung ikan belida ini baru saja diresmikan pertengahan tahun 2017 sebagai bagian dari pengembangan pariwisata kota Palembang menjelang Asian Games 2018. Ikan belida yang lebih familiar disebut ikan belido oleh warga lokal ini adalah ikan tawar asli Sungai Musi, sungai yang membelah Palembang. Ikan belida adalah sejenis ikan berdaging tebal yang zaman dahulu dijadikan bahan dasar pempek kualitas super yang membuat pempek menjadi lebih renyah. Namun, karena ikannya sekarang sudah mulai langka, dibuatkanlah Tugu Ikan Belida sebagai kenangan, sekaligus jadi ikon baru kota Palembang.

Sempat riset sebelum kesini, rencananya pemerintah setempat ingin membangun Tugu Ikan Belida lengkap dengan air mancur yang keluar dari mulut Tugu Ikan Belida sejauh 50 meter. Tapi, kok pas aku kemarin kesana belum ada ya? Mungkin masih belum rampung 100% ya. Sayang banget, padahal kalo udah nyala air mancurnya, bisa serasa kayak di Merlion Singapura gitu kan, versi ikon Palembang. Hehehe. By the way, walaupun dirakit di Palembang, hasil karya Tugu Ikan Belida ini dibuat oleh seniman lokal dari Boyolali, Jawa Tengah loh, guys. Beratnya mencapai 3 ton dengan panjang 11 meter dan terbuat dari tembaga, baja, serta dilapisi perak.

Untuk mencapai Tugu Patung Ikan Belida, mudah sekali karena lokasinya berada di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) yang berada di samping Jembatan Ampera. Di samping Tugo Belido ini juga terdapat kolam akrilik yang cantik buat duduk santai sore hari. Jadi, best time kesini sebenarnya pas sore hari ketika matahari sudah nggak terlalu terik. Kamu bisa sekaligus eksplor Benteng Kuto Besak yang merupakan bangunan Kesultan Palembang di abad ke-18 yang dibangun atas usulan Sultan Mahmud Badaruddin I.

2) Icip Kuliner Sup Ikan Pindang di Pempek Beringin

Actually, dalam trip kali ini aku berusaha untuk nggak terlalu kaku menentukan itinenary palembang. Jadinya juga nggak terlalu ngoyo mesti ke suatu tempat juga pas nge-trip ke Palembang, malah bisa nikmati momen lebih maksimal. Berdasarkan rekomendasi dari orang hotel tempat aku menginap (yes, ask local people!), ternyata ada tempat makan pempek yang asli Palembang dekat dari hotelku. Yowis, nggak pake lama, karena udah keburu laper pas siang, akhirnya cobain deh Kulineran Sup Ikan Pindang dan Pempek Asli Palembang di Beringin Pempek & Kerupuk. Disitu juga jual kerupuk dari berbagai jenis ikan yang bisa dijadiin oleh-oleh. Soal rasa menurutku Pempek Isi Pepaya mereka enak, lainnya so so sih ya makan disini, dan for honest rada pricey. Enaknya kalo makan disini, kita bisa minta Pempek buat digoreng. Karena Pempek asli Palembang punya sedikit perbedaan cara makannya sama yang di Jakarta.

3) Menyusuri dan Foto Dengan Latar Belakang Jembatan Ampera

Ikon utama Palembang ini dibangun tahun 1962 dan awalnya dinamakan Jembatan Soekarno, sebagai penghormatan kepada Presiden Pertama Republik Indonesia. Namun, ternyata Bung Karno kurang berkenan dan kemudian mengubah nama jembatan itu dengan nama Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat), sesuai slogan bangsa Indonesia tahun 1960. Sebagai penghubung antara ulu dan ilir, Jembatan Ampera sepanjang 1,117 meter ini menjadi denyut jantung pergerakan warga Palembang setiap harinya. Waktu aku melewati Jembatan Ampera sekitar jam pulang kerja kantoran gitu, Jembatan Ampera sedang macet. Sepertinya memang di dekat hotel aku menginap di Palembang itu adalah pusat bisnisnya Palembang, sehingga banyak yang menyebrang Jembatan Ampera untuk bekerja, dan sore hari kembali menyebrang jembatan kembali ke rumah masing-masing. Best time to visit atau berfoto dengan latar belakang Jembatan Ampera sebaiknya malam hari dengan warna-warni lampunya yang indah. :)

4) Menikmati Ice Cream Singapore Dan Ngopi Seru di Dermaga Point Palembang

Pengen ngerasain ngopi di pinggir Sungai Musi dengan pemandangan keren Jembatan Ampera di malam hari? Datanglah ke Dermaga Point Palembang. Jadi, ini semacam food court sekaligus convention center gitu yang menjual berbagai pilihan makanan dan minuman. Sampai disini pun aku malah beli Ice Cream Singapore yang harganya Rp15.000/piece. Murah meriah bikin hepi dan adem khaaan hehehe. Ada banyak pilihan resto yang bisa dipilih, seperti dari JCo, KFC, Es Teler 77 Soto Kwali, Bebak Garang. Tapi, aku memilih untuk Ngopi sambil nyobain Pempek Palembang Asli di Musi View Cafe & Restaurant. 

Atau kalo kamu pengen makan seafood, kamu bisa pilih River Side Restaurant yang lokasinya masih berdekatan dengan Dermaga Point Palembang. River Side Restaurant yang resmi dibuka tahun 2008 ini menyajikan konsep utama menikmati santapan laut diatas kapal besar yang dijadikan restoran berkelas. Recommended buat dinner di kedua tempat ini karena suasananya asyik, dan ini adalah best spot buat foto dengan latar belakang Jembatan Ampera. ;)

5) Wisata Pempek Palembang di Warung Lala Kampung Jalan Mujahidin

Pertama kali denger kata “Palembang”, apa yang terlintas dalam pikiran kamu? Yap, betul. Pempek. Palembang merupakan kota yang menjadi asal muasal dari makanan favorit saya, Pempek. Kuliner khas Palembang ini terbuat dari daging ikan yang digiling dan dicampur dengan tepung janji, dan telur. Disantap berbarengan dengan cuko, kuah berwarna coklat yang dibuat dari bahan gula merah, ebi, cabe rawit, bawang putih, dan garam. Enak dinikmati dengan topping mentimun dan mie kuning. Sudah kebayang, kan lezatnya Pempek? Ada yang suka Pempek juga gak seperti aku?

Sebenarnya menemukan wisata pempek palembang ini nggak sengaja, karena nyasar, terus tiba-tiba nengok kanan kiri taunya sepanjang jalan ini tuh Pusat Wisata Pempek Palembang! Blessings in disguise banget, dari bingung nyasar, nemu pusat kuliner pempeknya langsung! Akhirnya berhentilah coba makan di warung yang paling rame dikunjungi, namanya Warung Lala. Disini aku juga beli Pempek Asli Palembang untuk dibawa ke Jakarta. Soal harga, lebih ramah kantong, mulai dari harga Rp1.000 per pempek kecil, sampai Rp10.000 yang besar.
FYI, sebelumnya aku cerita soal ikan belida tuh kan. Jadi, karena sekarang ikan belida kian langka, harganya jadi makin mahal, Akhirnya, kebanyakan sekarang pedagang Pempek lebih banyak menggunakan ikan tenggiri atau gabus sebagai penggantinya. Btw aku nggak bisa share Google Map-nya ya, karena disana pas pakai Google Map ternyata malah nyasar! Lebih baik tanya warga lokal dimana Wisata Pempek Palembang di Jalan Mujahidin ;)

6) Main ke Dermaga BKB dan Menyebrang ke Pulau Kemaro

 

Dermaga BKB (Benteng Kuto Besak) Sungai Musi ini lokasinya masih berdekatan dengan Tugu Ikan Belida. Ini adalah titik poin keberangkatan buat kamu yang ingin menjejak ke Pulau Kemaro, destinasi wisata wajib di Palembang. Sepanjang perjalanan di atas kapal membelah Sungai Musi, kamu akan melihat pemandangan kehidupan warga Palembang yang tinggal di rumah terapung. Pulau Kemaro menyajikan nuansa Pecinan sebagai sisa peninggalan sejarah Kejayaan Sriwijaya masa lampau. Sayangnya, karena waktu yang sempit, aku harus mengurungkan niat menyebrang ke Pulau Kemaro dan hanya bisa mampir sebentar ke Dermaga BKB. Dari pinggir dermaga, diam-diam aku memperhatikan aktifitas warga lokal yang mengelola kapal restoran terapung dan menawarkan kapal penyebrangan ke pulau kemaro kepada turis yang lewat.

7) Mampir ke Monpera – Monumen Perjuangan Rakyat Palembang

Monumen yang dibangun untuk memperingati perjuangan pahlawan Indonesia melawan penjajah ini lokasinya persis di samping Mesjid Agung Palembang. Tempatnya sangat strategis, berdekatan dengan Benteng Kuto Besak dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Di dalam museum kamu bisa melihat koleksi benda bersejarah peninggalan perang seperti koleksi foto perjuangan, seragam, dan senjata yang dipakai ketika berjuang melawan Belanda, mata uang kuno yang pernah berlaku di Indonesia, serta koleksi buku perjuangan. Waktu aku kesini sedikit pengalaman nggak enak deh, jadi aku kan lagi ambil foto di depan Monpera, terus tiba-tiba datang seorang bapak tua yang menawarkan jasa foto langsung jadi. Kami menolak dengan halus dan sopan, tapi kok bapaknya maksa terus, sampai akhirnya dia malah ngeluarin sumpah serapah ke kami. Huhuhu shock aku, lagi jadi turis tiba-tiba nemu yang begini. Tetap waspada ya :)

8) Menyusuri Sejarah Palembang di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II ini lokasinya deketan sama Monpera, cuma jalan kaki sedikit aja, udah nyampe. Di museum ini kita bisa menambah wawasan mengenai sejarah dan budaya Palembang lebih dalam. Berbagai koleksi seni, uang kuno, kain tradisional, cerita sejarah Palembang bisa didapatkan dengan jelas disini. Dari luar, bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II memang khas, sesuai dengan bentuk rumah adat Palembang: Rumah Limas. Setiap pengunjung yang ingin masuk ke museum, dikenakan tiket masuk seharga Rp 5.000 (dewasa) dan Rp 1.000 (anak-anak). Buka dari jam 08.00-16.00 setiap harinya.

9) Eksplor Spot Foto Instagramable di Sekanak Sidewalk

Bisa dibilang spot ini adalah tempat wisata baru di palembang yang dibuat untuk persiapan Asian Games 2018. Awalnya, kami juga nggak sengaja kesini, karena tersesat (lagi) saat mencari Rumah Ong Boen Tjiet menggunakan Google Map. Pesan moralnya, hati-hati menggunakan Google Map di Palembang, suka kurang akurat. Hehehe. Tapi, kalo nggak nyasar, kami tentunya nggak nemu Sekanak Sidewalk yang dekatan sama Pasar Sekanak. Tempatnya emang cocok sih buat foto ala instagram gitu. Sayang, aku nggak bisa sharing Google Map-nya ke temen-temen, soalnya memang belum terdeteksi di Google Map nih.  :D

10) Beli Oleh-Oleh di Nyenyes Palembang

Entah sejak kapan aku mulai rajin ngumpulin tempelan kulkas setiap datang ke suatu destinasi baru. Biarin kulkas penuh, yang penting ada kenangannya udah pergi kemana aja. Hahahaha. Buat kamu yang pengen cari oleh-oleh merchandise khas Palembang gitu, bisa mampir ke Nyenyes Palembang. Disitu jual tempelan kulkas, kaos, topi, gantungan kunci dengan tema kota Palembang. Aku juga beli beberapa tempelan kulkas loh buat giveaway pembaca blog HeyDeeRahma.com. Ikutin terus dong infonya di instagram aku @heydeerahma biar kamu bisa ikutan! Hehehe. #sekalianpromosi :D

11) Sarapan Mie Celor dan Nasi Uduk di Seberang Rio City Hotel

Ini recommended banget sih, soalnya Mie Celor sama Nasi Uduk yang ada disebrang Rio City Hotel ini enak bok! Nih aja nulis sampai kebayang-bayang rasanya. Hehehe. Dia ada di pinggir jalan gitu, dan kalo pagi rame dikerubutin pelanggan. Jangan lupa kalo ke Palembang sempetin makan kesini!

Rekomendasi Hotel di Palembang

Hal yang juga penting buat dipikirin kalo lagi travelling adalah soal penginapan. Yes, selain berbagi cerita pengalaman jalan-jalan ke Palembang, aku juga akan share rekomendasi hotel di palembang, juga pilihan transportasi disana. Di Palembang, aku menginap di Red Planet Hotel Palembang selama 3 hari 2 malam. Kebetulan banget, pas tanggal aku datang, Red Planet Hotel Palembang lagi promo 4th Anniversary, jadinya dapat diskon sampai 40% deh. Sekalian deh ya, aku review hotelnya disini biar infonya makin komplit! Hihihi ;)

Review Red Planet Hotel Palembang 

Seperti biasa, saat check-in aku selalu meminta kamar no-smoking dan best view. Proses check-in nya berjalan smooth, nggak sampai 10 menit sudah dapat room yang bagus di 715. Karena sudah siang dan lapar banget, selesai naruh barang bawaan, aku langsung turun, buat makan siang di Louise Bistro (resto hotel). Di Louise Bistro Red Planet Hotel Palembang, aku nyobain beragam menu: Sup Iga Sapi, Ramen Ayam BBQ, Onion Rings, dan Green Ice Soda.

  Oya, kalo kamu ambil paket room plus sarapan di Red Planet Hotel Palembang, setiap pagi nanti sarapannya di Louise Bistro ini juga. Walaupun variasi menu sarapan tidak terlalu banyak (yaiyalah, kan value hotel!), tapi enak loh menu sarapannya, apalagi Ikan Saus Lemon-nya! Overall, juga suka sih sama suasana bistronya yang homey. Price nggak mahal juga kok :)

Foto Kiri Atas dan Bawah: View dari kamarku. Foto Kanan: Selama nginep, pakai aplikasi In Stay Mode Red Planet Hotel Indonesia buat komunikasi sama resepsionis.

Ada kejadian ya dimana waktu aku nginep disini, aku naroh barang di safe deposit box yang ada di kamar aku. Tau-tau bangun pagi kok gak bisa kebuka itu deposit box karena batrenya habis. Yaudah, aku langsung chat resepsionis lewat aplikasi InStayMode-nya Red Planet Palembang. Kirain bakal lama dibales, ternyata responnya cepet banget dan teknisinya langsung beresin masalahnya. Jadi, aku perhatiin di kamarku emang nggak ada telepon buat nyambung ke resepsionis, tapi ada fitur InStayMode yang bisa digunakan tamu hotel dengan cara mengunduh aplikasi RedPlanet di smartphone. Canggih deh aplikasinya, selain bisa komunikasi via chat/telepon dengan resepsionis, kita bisa tahu juga informasi local attraction di sekitar hotel, petunjuk arah ke bandara, dan pesen transportasi online langsung dari aplikasi InStayMode ini! Kece parah sih menurutku, benar-benar memudahkan tamu hotel kayak aku! :D

Here’s the room tour Red Planet Hotel Palembang.

  

Berbagai fitur dan fasilitas yang disematkan di dalam kamar Red Planet Hotel Palembang.

Kamar mandinya bersih :)

Manfaatin nih diskonnya biar akomodasi liburan ke palembang jadi lebih hemat ;)

Overall, soal kamar, yaa standar value hotel sih ya (langsung aja lihat fotonya, biar gambar yang berbicara hehehe..), tidak terlalu besar tapi cukup compact untuk business traveller. Karena memang kota Palembang karakternya sebagai kota transit, kuperhatikan banyak tamu hotel disini yang datang dalam rangka kunjungan bisnis atau sekedar istirahat transit sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Jambi atau Lampung. Fasilitas kamar juga oke: kasur bantal empuk, bed yang besar, bedding yang bersih, dan yang penting bersih dari bau asap rokok! Hehehe. Kalo soal peralatan mandi, seperti handuk, bath foam, shampoo tersedia disini, namun nggak ada sikat gigi. Ya gapapa juga sih, lebih enak bawa sikat dan pasta gigi sendiri kalo aku mah. Huehehe. Atau kalo emang beneran lupa bawa, beli aja di resepsionis hotel, mereka jual nggak sampe Rp20.000 kok :)

PRO

• Deket sama pusat kota dan bisnis, strategis. • Kamar nggak terlalu luas tapi tetep nyaman, sesuai dengan harga yang ditawarkan. • Pilihan channel tv banyak, wifi kenceng • Louise Bistro tempatnya kecil tapi tetap terasa cozy. • Staf ramah dan sigap • Aplikasi InStayMode-nya kece dan memudahkan tamu!

CONS

• Tersedia hairdryer di kamar, tapi beberapa menit suka mati sendiri. • Fitur photobooth di lobby kurang cahaya, pas foto hasilnya kelihatan gelap.

Rate Red Planet Hotel Palembang
Room: 5/5 – Food: 4/5 – Service: 5/5 – Facility: 4/5

Red Planet Hotel Palembang
Alamat: Jl. Jendral Sudirman KM 3,5, 20 Ilir D. III, Ilir Timur I
Palembang,  Sumatera Selatan, Indonesia 30129
No. Telp: +62711 315 222
Website: Red Planet Hotel Palembang (klik untuk booking)

Transportasi di Palembang

Hmm, kayaknya cukup ya review aku soal rekomendasi hotel di palembang. Aku cerita sedikit nih ya soal transportasi buat mobilitas selama disana. Sebenarnya paling enak dari bandara ke hotel itu naik transportasi online, karena jalanan dari bandara ke hotel lagi banyak proses pembangunan LRT jadi banyak debu disana-sini. Tapi, karena aku udah terlanjur sewa motor di palembang dan dianter ke bandara, yowis hajar lah. Hahaha. Lagian emang lebih enak kalo eksplor kota pakai motor sih, biar lebih gesit geraknya juga. Tapi, buat yang males motoran, bisa juga pakai Gocar atau Grab gitu, udah ada kok disana.  Oya, aku sewa motor di @palembangmotorbike. :)

Travel Pro Tips Travelling ke Palembang

  • Soal waktu, 3 hari 2 malam cukup kok buat liburan ke Palembang buat eksplor semuanya. Kalo bisa mampir juga ke Pulau Kemaro untuk melihat nuansa pecinan.
  • Kalo udah travelling ke palembang, pulangnya jangan lupa yah bawa oleh-oleh Pempek Asli Palembang plus Kerupuk Ikan!
  • Datanglah saat Festival Cap Go Meh ke Pulau Kemaro antara bulan Februari-Maret.
  • Selain 11 destinasi wisata palembang diatas, kamu juga bisa mengunjungi Mesjid Cheng Ho, Bukit Siguntang, atau Kulineran di Pempek Vico yang menjadi bagian destinasi wisata populer palembang.

Sekian sharing aku dala postingan blog kali ini tentang 11 aktifitas seru yang bisa dilakukan saat travelling ke Palembang sesuai pengalamanku kemarin nge-trip kesana. Semoga aja infonya berguna buat kamu yang punya rencana kesana juga ya! :)

Disclaimer: All based on my experience and honest review as a guest in Red Planet Hotel Palembang. 

PIN ME UP!

PS: Kalo informasi ini berguna buat kamu, bantu aku untuk terus semangat berkarya lewat tulisan dengan cara klik salah satu tombol social media yang ada di bagian paling bawah situs blog aku ini. Dan jangan lupa share, subscribe, like sosial media aku yaaa!

See you on the next blogpost.

Love,

signforblog

FOLLOW MY SOCIAL MEDIA

Facebook | Twitter | Instagram

===

Dilarang menggunakan foto dan tulisan dalam blog heydeerahma.com tanpa seizin pemilik blog. Silahkan kirim e-mail ke heydeerahma.com apabila ingin menggunakan foto atau mengutip sebagian informasi dari situs blog heydeerahma.com.

===

Others articles related to travel and lifestyle:

Dee Rahma

Just call me DEE. I love to share all the things related to LIFESTYLE & TRAVEL. HEYDEERAHMA.com is created to capture my stories and hobbies on travel, fashion, beauty, and daily tips. Enjoy!

41 Comments

    • Kebetulan waktu saya ke palembang, LRT-nya masih dibangun. Jadi, belum bisa mencoba dan foto-foto deh~

      Cheers,
      Dee – heydeerahma.com

  1. kebetulan banget aku mau mudik tahun ini, lumayan lah bisa jadi referensi pas mudik nih. dan aku juga emang pengen ke Pulau Kemaro nih.. cocok deh hihi

  2. Duh! makanannya menggodaaaaaaaaaa bangettttt. belum lagi destinasinya. ya ampunnnnnn jadi pen ke palembang eui .. :D
    – kicauanvina.com

  3. Postingan ini berbahaya lho kak….Bahaya bikin ngimpi2 gitu pengen ke Palembang hahaaa…..dulu pernah ke Palembang, diajak kulineran ama temen makan pindang ikan salai dan patin (hebringgg lho kak) heheee

  4. Dulu aku hanya punya waktu satu hari untuk keliling palembang. Masih sempat buat ke pulau kemaro. Lebih seru ketika menyusuri sungai musi.
    Terus diajak kulineran dan kami singgah di martabak Har. Tapi sangat suka dengan mie celor-nya. Hingga skarang belum ketemu mie celor di semarang :D

  5. Saya punya kerabat di Palembang tapi bukan blogger atau travel blogger sih. Setiap ditanya apa yang menarik di kotanya jawabnya, ah paling gitu-gitu aja. Ternyata banyak tempat yang menarik ya. Dicatat. Bos ini akan jadi referensi kalau besok besok balik ke Palembang

  6. Yang aku suka dari Palembang itu ya kulinernya. Maklum, lidah Sumatera. Kamu beneran gak sempat ke Pulau Kemaro ya Kak? Aku penasaran pengen ke sana. Bareng aja apa? Hehehe

  7. Makasih Mba, infonya lengkap sekali. Libur Desember ini aku berencana backpacking ke Sumatra, mulai dari Palembang. Ini referensi yang cocok banget untukku.

    • pempek mah wajib kalo jalan-jalan ke palembang! :)
      yes, minimalis, cucok buat staycation manja atau pas lagi biz travelling ;)

  8. Wah senangnya banyak adegan kulineran !!! Mantaaap. Apalagi nginepnya di hotel yg canggih. Pengen ke Palembang lagi sekalian mau lihat Quran raksasanya yg di Kampung Arab

    • kuliner is lyfe, lupakan diet sementara hahaha :D
      nah iya aku belom sempat kesana kemarin, mudah-mudahan aja lain kali ada kesempatan :)

  9. hedee, kirain masih di palembang, nggak tahunya uda go :( .
    bisa ngajak muter muter naik motor kalau ketemu kemarin. heheheheh

  10. PEnuturan yang lengkap dan menyenangkan. Btw Aku Aja masih berfikir untuk atur waktu agar Bisa trip Ke Palembang lagi… MpekMpek dan semua jenis kuliner nya emang enak banggeeeddddd

  11. Pengen deh rasanya sekali2 bisa menginjakan kaki ke Palembang.
    Pengen rasain sendiri pempek di kota asalnya, hahaha.
    Oh iya, kalo pergi cap go meh disana emang bagus sih kayaknya, cuma pasti bakalan rame banget.
    Siap2 “bocor” dimana2 kalo mau foto 😂

    • nah iya, kalo emang mau lihat kultur lokal, lebih seru datang kesana pas cap go meh, tapi minusnya kalo terlalu ramai, jadi kurang bisa maksimal dapat fotonya hahaha :D *pengalaman*

  12. karena dekat dari jambi ke palembang, saya sering berlibur ke palembang nich dan tempat wisatanya oke oke punya

    • oh yaa, biasanya palembang jadi kota transit sih ya, jadi banyak orang jambi juga yang cari penginapan di palembang buat transit sebelum lanjut ke kota akhir :)

  13. Palembang memang terkenal dengan pempeknya, uhmm.. bedanya tiap rasa di pempek Palembang asli dibumbunya atau rasa pempeknya kak?

    • Hi Kak Devi,

      Thanks ya udah mampir ke blog HeyDeeRahma.com :)

      Kalo kuperhatikan sih bedanya Pempek Palembang dan Pempek Jakarta itu cara makannya.

      Biasanya kalo Pempek Palembang kuahnya ditaruh mangkok kecil lalu Pempeknya dicocol di kuah itu, baru dimakan. Sementara kalo Pempek di Jakarta kan dicampur langsung tuh kuahnya sama Pempek yang disajikan, plus ada tambahan topping mie kuning sama mentimun. Di Palembang malah gak ada.

      Kalo soal rasa, menurutku malah lebih kuat rasa dan bau ikan di Pempek Jakarta… Gitu sih, CMIIW.

      Cheers,
      Dee

  14. Masih ada yang ketinggalan, misalnya Galeri Al-Quran Raksasa, Kampung Arab Al-Munawar, Museum Balaputera Dewa (tempat rumah tradisional Limas yang ada di uang Rp.10.000) dan juga Jakabaring Sport Center. Artinya ada alasan untuk balik lagi ke Palembang kan ya? :D mudah-mudahan bisa nemenin jalan nanti.

    • Wah iyaaa, waktunya nggak keburu buat ke beberapa tempat itu, Kak Haryadi. Baiklah, semoga suatu saat bisa menjejak ke Palembang lagi yaaa!

      Makasi udah mampir ke blog HeyDeeRahma.com :D

      Cheers,
      Dee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *